Mahasiswa STIK Bangun 12 Sumur Bor untuk Korban Bencana Aceh Jelang Ramadan

- Jumat, 13 Februari 2026 | 01:00 WIB
Mahasiswa STIK Bangun 12 Sumur Bor untuk Korban Bencana Aceh Jelang Ramadan

Pemilihan lokasi di Aceh, wilayah yang memiliki catatan panjang terkait bencana dan pemulihannya, bukan tanpa alasan. Daerah ini dianggap sebagai ruang belajar yang kontekstual, di mana para calon pemimpin Polri dapat menyaksikan dan merasakan secara langsung tantangan yang dihadapi masyarakat. Interaksi semacam ini diharapkan dapat menanamkan empati dan pemahaman praktis yang akan berguna di masa tugas mereka nanti.

Eko Rudi Sudarto lebih lanjut menguraikan filosofi di balik pendekatan ini. Menurutnya, kepemimpinan yang efektif lahir dari gabungan kompetensi teknis dan kedekatan emosional dengan warga.

“Program ini sekaligus menegaskan pendekatan humanis yang terus digaungkan dalam transformasi Polri. Para mahasiswa STIK yang kelak akan menduduki posisi strategis di kepolisian diharapkan memiliki empati sosial yang kuat dan memahami secara langsung persoalan masyarakat di lapangan,” ungkapnya.

Dampak Berkelanjutan di Tengah Masyarakat

Dari sisi teknis, pembangunan sumur bor difokuskan pada keberlanjutan. Infrastruktur yang dibangun diharapkan tidak hanya menjadi solusi sesaat, tetapi dapat terus dimanfaatkan oleh warga setempat dalam jangka panjang. Kehadiran air bersih, terutama di momentum menjelang Ramadan, membawa dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari, mulai dari pemenuhan kebutuhan ibadah, sanitasi, hingga konsumsi.

Di tanah yang pernah dilanda ujian berat, aliran air dari sumur-sumur baru itu punya makna lebih dari sekadar cairan. Ia menjadi simbol harapan dan perwujudan nyata kehadiran negara, yang diwujudkan oleh para calon penjaga keamanan dan ketertiban. Langkah sederhana ini mencerminkan sebuah transformasi, di mana bakti kepada masyarakat menjadi fondasi awal dalam membangun masa depan kepolisian yang lebih dekat dengan rakyat.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar