Bapanas Pastikan Stok Pangan Pokok Aman hingga Lebaran, Surplus Beras Capai 14,8 Juta Ton

- Kamis, 12 Februari 2026 | 18:00 WIB
Bapanas Pastikan Stok Pangan Pokok Aman hingga Lebaran, Surplus Beras Capai 14,8 Juta Ton

Untuk komoditas lainnya, cabai besar dan rawit masing-masing masih tersisa 73,38 ribu ton dan 152,7 ribu ton. Daging sapi atau kerbau ada 176,78 ribu ton. Sementara daging ayam dan telur ayam ras surplus besar, 586,2 ribu ton dan 267,25 ribu ton. Gula konsumsi di angka 768,77 ribu ton, dan minyak goreng diperkirakan masih ada 3,56 juta ton.

Amran secara khusus menyoroti bawang merah. Komoditas ini, katanya, sudah benar-benar swasembada. "Aman bawang merah. Bawang merah kan kita swasembada. Bahkan kita ekspor. Kalau tidak salah, tahun 2025 ekspor kurang lebih seribu ton. Jadi bawang merah kita sudah swasembada," tuturnya.

Data mencatat, sepanjang 2025 lalu ekspor bawang merah mencapai 1.560 ton. Produksinya sendiri berada di level 1,43 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi nasional hanya 1,23 juta ton per tahun jelas ada kelebihan.

Namun begitu, pemerintah tak lengah. Menghadapi musim permintaan tinggi yang kerap picu gejolak harga, Bapanas akan fokus pada penegakan aturan harga. Andi Amran menitikberatkan kepatuhan terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET), Harga Pembelian Pemerintah (HPP), dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

"Ini persoalan rantai pasoknya. Kita benahi," jelasnya. "Jadi ada HET, ada HPP, ada HAP. HET-nya kita tekankan, khususnya yang strategis, misalnya beras. Yang paling strategis beras kan, (lalu) minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur. Ini yang kita harus jaga betul."

Penegakan aturan itu akan berjalan beriringan dengan program intervensi pemerintah. Sebut saja program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP). Ada juga bantuan pangan beras dan minyak goreng yang menyasar lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Jadi, secara stok, kondisinya memang tampak kuat. Tinggal bagaimana implementasi di lapangan bisa menjaga ketersediaan dan keterjangkauan itu sampai ke tangan masyarakat.

Editor: Hendra Wijaya


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar