Ahli Ingatkan Orang Tua Kurangi Sikap Overprotektif pada Anak Usia 1-2 Tahun

- Kamis, 12 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ahli Ingatkan Orang Tua Kurangi Sikap Overprotektif pada Anak Usia 1-2 Tahun

JAKARTA - Setiap anak punya ritme tumbuh kembangnya sendiri. Bagi orang tua, momen-momen ini sangat berharga dan tentu saja, keinginan untuk memberikan yang terbaik selalu ada.

Tapi, ada satu jebakan yang sering tak disadari: jadi terlalu protektif. Apalagi saat si kecil memasuki usia satu sampai dua tahun, di mana mereka seakan tak punya tombol 'off'. Menurut Prof. Rini Sekartini, Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang, sikap overprotektif justru perlu dikurangi pada fase krusial ini.

"Anak aktif itu wajar, bahkan memang harus aktif. Tidak ada istilah hiperaktif pada anak di bawah usia tiga tahun. Kalau anak justru tidak aktif, itu yang perlu dipertanyakan,"

tegas Prof. Rini, Kamis (12/2/2024).

Jadi, jangan buru-buru memberi label. Apa yang orang tua lihat sebagai 'kelebihan energi' seringkali adalah hal yang normal. Malah, sebuah pertanda baik.

Di sisi lain, pada rentang usia tersebut, anak memang sedang gencar-gencarnya bereksplorasi. Mereka akan memanjat, mencoba berlari, belajar naik tangga. Semua gerakan itu bukan tanpa tujuan. Itu adalah cara mereka mengembangkan motorik kasar melatih otot, tulang, dan keseimbangan tubuh.

"Motorik kasar itu melibatkan otot, tulang, dan keseimbangan. Jadi, memang anak tidak boleh jauh dari aktivitas bergerak," jelasnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar