Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan

- Selasa, 31 Maret 2026 | 21:35 WIB
Presiden Prabowo Berduka, Tiga Pasukan Perdamaian TNI Gugur di Lebanon Selatan

Lewat akun Instagram pribadinya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam. Tiga prajurit TNI, yang sedang bertugas sebagai penjaga perdamaian PBB di Lebanon, gugur dalam insiden beruntun. Kabar duka itu ia sampaikan melalui Instagram Story di akun @prabowo, Selasa lalu.

"Innalillahi waina ilaihi rajiun," tulis Prabowo. Unggahan itu menyebut nama-nama mereka yang gugur: Kapten Inf. Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadon. "Turut berduka cita... saat menjalankan misi perdamaian di Timur Tengah," lanjutnya.

Sebelumnya, Istana juga sudah angkat bicara. Mensesneg Prasetyo Hadi, mewakili pemerintah, menyatakan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. "Kami menyayangkan kejadian ini," ucap Prasetyo kepada para wartawan.

Dia juga menegaskan bahwa pemerintah telah meminta otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi. "Melalui Menteri Luar Negeri, sikap itu sudah disampaikan," jelasnya.

Di sisi lain, proses pemulangan jenazah menjadi perhatian utama. Prasetyo mengaku sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak.

"Kami telah berkoordinasi dengan Menteri Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, termasuk Panglima TNI," ungkapnya. Tujuannya, untuk mempercepat pemulangan dan memberikan yang terbaik bagi ketiga prajurit yang gugur.

"Sekaligus memberikan briefing kepada seluruh pasukan yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan," sambungnya.

Menurut informasi, insiden bermula pada Minggu. Praka Farizal Rhomadon gugur lebih dulu akibat serangan artileri tidak langsung di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Kawasan itu memang sedang memanas.

Eskalasi konflik antara Israel dan kelompok bersenjata setempat memicu situasi berbahaya. Lalu, pada Senin, kabar duka bertambah. Kementerian Pertahanan mengonfirmasi dua personel Indonesia lainnya juga gugur, seiring meningkatnya intensitas pertempuran di wilayah tersebut.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar