Memang, geliatnya terasa. Penjualan riil melonjak 7,9 persen secara tahunan jauh lebih kencang dibandingkan capaian Desember tahun lalu yang cuma 3,5 persen. Di sisi lain, neraca perdagangan kita tetap sehat, surplus terus selama 68 bulan berturut-turut dengan nilai 2,51 miliar dolar AS. Realisasi investasi, baik PMA maupun PMDN, juga menggembirakan: Rp1.931,2 triliun. Cadangan devisa kita pun masih aman, sekitar USD154,6 miliar, sementara pertumbuhan kredit melaju di 9,69 persen.
Namun begitu, bukan berarti tak ada awan. Airlangga mengakui, meski peringkat kredit Indonesia masih di level investment grade, ada sinyal yang perlu diwaspadai. Lembaga pemeringkat Moody’s memberi outlook negatif. Ini jelas jadi perhatian serius.
katanya, menekankan perlunya langkah antisipasi.
Rapat itu sendiri, meski singkat, punya pesan kuat. Di tengarai ketidakpastian global yang makin menjadi, Prabowo lewat forum ini ingin menegaskan komitmennya menjaga stabilitas. Fundamental ekonomi nasional dinilai cukup tangguh, dan arah pertumbuhannya mulai terstruktur dengan lebih baik. Tugas sekarang adalah memastikan momentum ini tidak melambat.
Artikel Terkait
Kasus Campak Anjlok 93%, Kemenkes Wajibkan Vaksinasi untuk Dokter Internsip
TAUD Pertanyakan Pelimpahan Kasus Penyekapan Andrie Yunus ke Puspom TNI
ASN Tangerang Selatan Laporkan Atasan ke Polisi Diduga Aniaya Terkait Utang
Pemerintah Pastikan Sekolah Tetap Tatap Muka Penuh Meski Ada Kebijakan Penghematan Energi