Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengeluarkan perintah tegas: efisiensi anggaran dan energi harus dilakukan secara besar-besaran. Tujuannya jelas, membentengi pondasi ekonomi nasional dari ancaman gejolak konflik di Timur Tengah yang kian memanas.
Keputusan penting ini diambil dalam sebuah Rapat Terbatas virtual pada 28 Maret lalu. Tak tanggung-tanggung, rapat itu dihadiri oleh lima belas menteri kabinet. Waktunya pun cukup strategis, tepat sebelum sang Presiden terbang untuk kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Nah, kebijakannya sendiri resmi berlaku mulai 1 April besok.
Lalu, seperti apa bentuk penghematannya? Cakupannya cukup luas. Sistem Work From Home bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan diberlakukan kembali. Anggaran untuk perjalanan dinas ke luar negeri dipangkas drastis, hingga 70 persen. Tak cuma itu, ada juga percepatan mandatori B50 yang ditargetkan mulai Juli mendatang.
Artikel Terkait
Indonesia Desak PBB Selidiki Kematian Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Kemnaker Tegaskan Aturan Kerja di Hari Libur dan Hak Upah Lembur Pekerja
Netanyahu Tegaskan Perang dengan Iran Berlanjut, Abaikan Sinyal Damai dari Teheran
UNTR Gelar Buyback Saham Senilai Rp 2 Triliun untuk Dukung Stabilitas Pasar