Gus Irfan menegaskan komitmen untuk memprioritaskan produk lokal. "Kita upayakan beras juga dari Indonesia, dan ya nanti kita upayakan ikan, ikan patin segala macam. Tidak mengambil dari negara lain tapi tetap mengambil dari Indonesia. Supaya masyarakat kita juga bisa merasakan manfaat dari haji," ungkapnya.
Koordinasi dan Realisasi Logistik
Mewujudkan rencana ini tentu membutuhkan koordinasi logistik dan kelembagaan yang solid. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah akan menjalin sinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, hingga Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan, kualitas, dan ketepatan waktu pengiriman bahan makanan tersebut ke Arab Saudi.
Skala kebutuhan yang harus dipenuhi cukup besar. Berdasarkan perhitungan awal, diperkirakan diperlukan sekitar 2.000 ton lebih bahan pangan untuk mendukung 203.000 jamaah haji Indonesia selama kurang lebih 40 hari menjalani ibadah di tanah suci.
"Kita hitung kemarin kebutuhannya sekitar, belum banyak, sekitar 2 ribu sekian ton. Untuk 203 ribu jamaah selama 40 hari," tutur Gus Irfan merinci.
Artikel Terkait
KPK Setor Rp11 Miliar ke Kas Negara dari Lelang Barang Rampasan
Jenazah Juwono Sudarsono Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Upacara Dipimpin Menhan
Pasar Rakyat Monas Atas Instruksi Presiden, 100.000 Kupon Dibagikan
Pemudik Motor Pilih Perjalanan Santai Demi Kesehatan Anak di Jalur Bekasi