Lagi-lagi, nama Veda Pratama jadi buah bibir. Pembalap muda asal Gunungkidul itu baru saja mencatatkan hasil yang cukup gemilang di Sirkuit Amerika, Texas. Di sesi kualifikasi Moto3 seri Amerika, ia berhasil mengamankan posisi start keempat. Bukan prestasi yang mudah, mengingat trek di Austin dikenal tricky dan penuh tantangan.
Balapan utamanya sendiri rencananya digelar Senin dini hari nanti, tepatnya pukul 01.00 Wita. Tapi, melihat performa kualifikasinya, banyak yang mulai berharap besar.
Perjalanan Veda menuju baris kedua grid start ini nggak instan. Di sesi Free Practice 1, dia masih tercecer di posisi 15. Naik sedikit ke posisi 14 di sesi Practice berikutnya. Namun, perlahan dia mulai menemukan ritme. Di Free Practice 2, catatan waktunya membaik dan ia merangkak ke posisi 10. Momentum itu terus dibawa ke sesi kualifikasi Q2.
Menurut pantauan dari pinggir lintasan, Veda terlihat jauh lebih nyaman. Motor Honda NSF250RW-nya dipacu dengan agresif, bersaing ketat dengan para pembalap senior. Hasilnya? Lap time terbaiknya mengantarkannya ke posisi start keempat. Cukup impresif.
“Dia mulai bisa menyesuaikan diri dengan sirkuit ini,” begitu kira-kira komentar salah seorang awak tim, melihat konsistensi peningkatan yang ditunjukkan Veda dari sesi ke sesi.
Posisi start ini sebenarnya mirip dengan dua seri sebelumnya. Di Thailand, dia start dari posisi lima, sementara di Brasil dari posisi empat. Dengan start di baris kedua, peluang untuk langsung menempel di grup depan terbuka lebar. Setidaknya, dia bisa terhindar dari kerumitan dan risiko insiden di kerumunan tengah yang biasanya kacau di awal balapan.
Posisi pole position sendiri diraih oleh Alvaro Carpe, pembalap Spanyol dari Red Bull KTM Ajo. Nah, menariknya, di Thailand dulu, Veda-lah yang menyalip Carpe untuk merebut podium ketiga. Jadi, ada sedikit cerita balas dendam yang mungkin terbangun di sini.
Artikel Terkait
Timnas Iran Gelar Aksi Diam Bawa Tas Sekolah, Berduka untuk 165 Korban Anak di Minab
Antonelli Rebut Pole Position, Grid Suzuka 2026 Diwarnai Kejutan
Justin Hubner: Indonesia Terasa Seperti Rumah Setiap Kali Dipanggil Timnas
Hendropriyono Kenang Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan Sipil dengan Jiwa Militan