Lapangan Monas yang biasanya sepi di malam hari, Sabtu (28/3) kemarin, justru ramai oleh kerumunan warga. Suasana itu muncul dari gelaran "Pasar Rakyat" yang digelar untuk pertama kalinya pasca-Lebaran. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang ditemui di lokasi mengungkapkan, acara besar ini digelar atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.
“Mungkin untuk pertama kalinya ya? Pertama kalinya setelah Lebaran, di sini, di Monas, di lapangan besar ini, dibuatlah acara seperti ini,” ujar Teddy.
Menurutnya, Presiden ingin nuansa kegembiraan Idulfitri tetap bisa dirasakan lebih banyak warga. Antusiasme masyarakat yang meluap saat program "Istana Untuk Rakyat" di hari Lebaran jadi salah satu pertimbangannya. Maka, dipilihlah lapangan luas Monas untuk mengakomodasi semangat itu.
“Bapak Presiden menginstruksikan kami untuk melaksanakan bazar, pasar murah, hiburan rakyat, hingga permainan anak-anak,” tambahnya.
Tak main-main, persiapannya melibatkan kolaborasi lintas kementerian. Kementerian UMKM turut dilibatkan untuk menghidupkan ekonomi kerakyatan. Benefit untuk warga pun cukup signifikan. Sebanyak 100.000 kupon dibagikan, masing-masing bernilai Rp500.000.
“Satu kupon itu Rp500.000. Rinciannya, Rp300.000 berupa sembako dan Rp200.000 bisa ditukarkan dengan barang-barang dari UMKM dan pedagang kecil seperti baju Lebaran, sepatu, tas, hingga perlengkapan sekolah,” jelas Teddy.
Selain belanja, pengunjung juga dimanjakan dengan kuliner. Ada sekitar 1.000 pedagang kaki lima yang siap menyajikan 300.000 porsi makanan dan minuman gratis untuk semua yang datang.
Persiapan yang terbilang singkat itu ternyata menyedot perhatian luar biasa. Antrean panjang terlihat di beberapa titik. Namun begitu, Teddy bersyukur acara berjalan lancar. Untuk memudahkan akses, warga dijemput pakai bus yang dikoordinasikan melalui Lurah, RT, dan RW, lalu diantar pulang.
“Laporan dari Pak Kapolda, lebih dari 100.000 orang hadir sejak jam 4 sore,” katanya.
Meski harus antre, suasana tetap meriah. Warga tampak menikmati nuansa Monas malam hari dengan lampu-lampu dan alunan musik. Teddy menegaskan kembali inti dari instruksi presiden.
“Walaupun mengantre, mereka menikmati. Presiden ingin setiap ada event nasional, semua rakyat bisa merasakan kebahagiaan.”
Acara perdana pasca-Lebaran ini seakan menjadi penanda. Nuansa berbagi dan kegembiraan hari raya, rupanya, masih bisa dihadirkan ulang di tengah keramaian ibu kota.
Artikel Terkait
Prabowo Penuhi Undangan Macron ke Paris, Kunjungan yang Sempat Tertunda Kini Terlaksana
Penjualan Tiket Pelni Tembus 39.797 Selama Libur Iduladha, Bau-Bau dan Makassar Jadi Rute Favorit
Ekonom: Kebijakan Ekspor SDA Satu Pintu Jangan Sampai Ciptakan Monopoli Birokrasi Baru
Golkar DKI Jakarta Potong 117 Hewan Kurban untuk Iduladha 1447 H, Sebar ke Lima Wilayah