MURIANETWORK.COM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan langsung ke Rumah Susun (Rusun) Universitas Sriwijaya (UNSRI) di Palembang pada Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas hunian serta kelengkapan infrastruktur penunjang bagi mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari luar daerah dan luar negeri.
Tinjauan Langsung dan Apresiasi Fasilitas
Dalam kunjungannya, Menko AHY menyempatkan diri untuk melihat secara detail kondisi fasilitas yang tersedia. Ia tampak memeriksa berbagai aspek, mulai dari ruang tidur hingga area belajar bersama.
“Kita saat ini berada di rumah susun yang dibangun untuk hunian mahasiswa UNSRI, khususnya bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Palembang maupun dari luar negeri,” ujar Menko AHY.
Ia mengungkapkan kepuasannya dengan kondisi yang ditemui. Menurutnya, penyediaan hunian yang layak merupakan pondasi penting untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan mendukung konsentrasi akademik mahasiswa.
“Tadi saya lihat kondisinya sangat baik dan nyaman untuk mahasiswa. Mulai dari tempat tidur, ruang belajar, kamar mandi dan sanitasi, hingga sirkulasi udara yang cukup,” tuturnya.
Spesifikasi dan Konsep Green Campus
Rumah Susun UNSRI yang berlokasi di Jalan Masjid Al Ghazali, Kelurahan Bukit Lama ini, memiliki desain yang cukup komprehensif. Bangunan tiga lantai itu menampung 43 unit hunian bertipe Wiyata 24, dengan total luas bangunan mencapai 2.146,80 meter persegi di atas lahan yang lebih luas lagi.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, rusun ini dirancang dengan menerapkan prinsip Bangunan Gedung Hijau (BGH). Konsep ini mencakup efisiensi energi dan air, pengelolaan limbah, serta penggunaan material ramah lingkungan. Kawasan sekitarnya juga dilengkapi ruang terbuka hijau, area duduk, dan fasilitas pendukung seperti kantin, menciptakan lingkungan kampus yang asri dan terintegrasi.
Artikel Terkait
Jasa Marga Operasikan Japek II Selatan untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran
Kemenhub Antisipasi Puncak Arus Balik 28-29 Maret 2026, Imbau Masyarakat Hindari Keberangkatan Serempak
Israel Serang Fasilitas Nuklir dan Industri Iran, Korban Jiwa Berjatuhan
Arus Balik H+7, Jasa Marga Berlakukan Contraflow di Tol Jakarta-Cikampek