Pemerintah Luncurkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Mudik dan Daya Beli Jelang Lebaran 2026

- Selasa, 10 Februari 2026 | 15:40 WIB
Pemerintah Luncurkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Mudik dan Daya Beli Jelang Lebaran 2026

Penyeberangan ASDP mendapatkan stimulus paling signifikan berupa pembebasan biaya jasa kepelabuhanan sepenuhnya (100 persen). Kebijakan yang berlaku dari 12 hingga 31 Maret ini diharapkan dapat melancarkan perjalanan sekitar 2,4 juta penumpang dan hampir satu juta kendaraan.

Untuk kapal PT PELNI, tersedia diskon tarif dasar sebesar 30 persen. Periode promonya lebih panjang, yakni dari 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan target menjangkau 445.000 penumpang. Airlangga kembali menekankan manfaat insentif untuk ASDP. Dia berharap kebijakan gratis jasa kepelabuhanan ini mampu memperlancar arus mudik darat yang ditargetkan mencapai 945.000 unit kendaraan.

Fleksibilitas Kerja dan Bantuan Pangan

Selain insentif transportasi, pemerintah juga memperkenalkan skema kerja fleksibel untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement ini berlaku selama lima hari tertentu bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta.

"Pemerintah menerapkan skema kerja Work From Anywhere, bukan libur ya, ini, clear Work From Anywhere atau flexible working arrangement, itu tanggalnya 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret," ungkap Airlangga.

Di sisi lain, upaya menjaga daya beli masyarakat dilakukan melalui penyaluran bantuan pangan langsung. Sebanyak 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari desil 1 hingga 4 akan menerima paket berisi 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng. Bantuan ini akan disalurkan secara bertahap selama dua bulan, dimulai pada bulan Ramadan.

"Estimasi kebutuhan anggaran sebesar 11,92 Triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari nanti," tuturnya.

Keberhasilan penyaluran bantuan ini sangat bergantung pada koordinasi yang solid. Airlangga pun berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat menjaga kelancaran logistik, sehingga bantuan tepat sasaran dan tepat waktu untuk menguatkan permintaan domestik di momen menjelang Lebaran.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar