Pertemuan Trump dan Xi Jinping di APEC 2025: Dampak Strategis Tarif Global Menurut Airlangga
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah menggelar pertemuan bilateral dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) 2025 di Korea Selatan. Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, menilai pertemuan ini memiliki implikasi strategis terhadap kebijakan tarif masuk produk ke Amerika Serikat.
Dampak Pertemuan Trump-Xi terhadap Kebijakan Tarif Global
Airlangga menyatakan bahwa pertemuan antara kedua pemimpin ekonomi terbesar dunia ini menjadi penanda awal bagi arah kebijakan tarif global yang lebih transparan. Dinamika politik ekonomi global dinilai akan berdampak langsung pada stabilitas perdagangan di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia.
"APEC ini menjadi penting karena baru saja Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping bertemu. Bagi Indonesia, koridor tarif itu sudah mulai terlihat jelas," ujar Airlangga di Gyeongju, Kamis (30/10/2025).
Kesepakatan Pemangkasan Tarif AS-China
Dalam pertemuan bersejarah tersebut, Presiden Trump menyetujui pemangkasan tarif impor terhadap China menjadi 47 persen. Keputusan ini merupakan bentuk apresiasi AS kepada Beijing yang telah menindak perdagangan fentanil ilegal, melanjutkan pembelian kedelai AS, dan menjaga stabilitas ekspor tanah jarang.
Pertemuan Trump dan Xi yang digelar di Kota Busan ini merupakan pertemuan pertama mereka sejak tahun 2019. Trump menggambarkan pertemuan ini sebagai "luar biasa" dalam pernyataannya kepada wartawan.
Integrasi Ekonomi Kawasan dan Peran Korea Selatan
Airlangga juga menyoroti pentingnya integrasi ekonomi kawasan yang semakin konkret, merujuk pada kesepakatan yang terbentuk dari KTT ASEAN di Malaysia. Komitmen kerja sama antara negara ASEAN dengan mitra eksternal, termasuk Korea Selatan, semakin memperkuat kolaborasi regional.
Menteri Koordinator Perekonomian juga mengungkapkan pertemuannya dengan Menteri Industri, Perdagangan, dan Energi Korea Selatan Ahn Duk-geun, yang disebut Trump sebagai negosiator tangguh dalam isu tarif. "Korea sendiri telah menyepakati 15 persen, dan kita harus mengikuti arah tersebut," tambah Airlangga.
Pertemuan puncak APEC 2025 dan dialog bilateral AS-China menjadi momentum penting dalam menentukan masa depan perdagangan global dan stabilitas ekonomi kawasan Asia-Pasifik.
Artikel Terkait
Aether AI Jalin Kemitraan Strategis dengan Crawford Software untuk Ekspansi ke Pasar AS dan Asia
Survei: 98% Masyarakat Indonesia Percaya Perubahan Iklim Terjadi, Pemerintah dan Dunia Usaha Percepat Ekonomi Hijau
Pengusaha Tolak Rencana Penerapan Skema Kontrak Bagi Hasil Ala Migas di Sektor Tambang Minerba
MNC Digital Resmi Luncurkan V+Short, Platform Micro Drama Premium untuk Pasar Global