Di sisi lain, jaringan Epstein memang terbilang sangat global dan nyaris tanpa batas. Ia diketahui punya hubungan dekat dengan banyak tokoh Israel, dan bahkan pernah menjamu miliarder Uni Emirat Arab, Sultan Ahmed bin Sulayem, di pulau pribadinya yang terkenal itu, Little Saint James. Pulau inilah yang kemudian terbukti menjadi markas operasi perdagangan seksnya.
Memo FBI pada Juli 2025 menyimpulkan, setelah meninjau berkas-berkas, ada lebih dari seribu wanita dan anak-anak dari seluruh dunia termasuk AS dan Inggris yang menjadi korban skema keji Epstein.
Keterkaitan dengan Ehud Barak ini yang terus mengemuka. Meski Barak belakangan berusaha meremehkan kedekatannya dengan Epstein dalam sebuah diskusi, fakta berbicara lain. Namanya muncul dalam ribuan hasil pencarian di berkas Epstein. Bahkan, jauh setelah Epstein pertama kali dihukum, tepatnya tahun 2015, Barak bermitra dengannya untuk mendanai sebuah startup keamanan bernama Reporty Homeland Security, yang kini berganti nama jadi Carbyne.
Dokumen lain yang dirilis memperlihatkan kedekatan lama keduanya. Epstein memberi nasihat kepada Barak soal perusahaan teknologi Palantir. Dia juga meminta Barak untuk mencarikan pekerjaan di sebuah perusahaan energi untuk Lord Peter Mandelson, mantan menteri Inggris. Mereka bahkan sempat membahas soal biaya konsultasi “besar-besaran” untuk Tony Blair.
Menanggapi heboh ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu angkat bicara. Melalui akun X-nya pada Jumat (6/2/2026), dia menulis keras.
“Hubungan Jeffrey Epstein yang sangat dekat dengan Ehud Barak tidak menunjukkan bahwa Epstein bekerja untuk Israel. Justru sebaliknya. Barak selama bertahun-tahun secara obsesif berusaha melemahkan demokrasi Israel dengan bekerja sama dengan kelompok kiri radikal anti-Zionis dalam upaya gagal untuk menggulingkan pemerintahan Israel yang terpilih. Obsesi pribadi Barak membuatnya terlibat dalam kegiatan terbuka maupun di balik layar untuk melemahkan pemerintahan Israel.”
Pernyataan Netanyahu itu seperti ingin memutus sama sekali kaitan antara skandal Epstein dengan negara Israel. Tapi, dokumen FBI yang sudah terhampar itu jelas meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Artikel Terkait
Gibran Dorong Hilirisasi Peternakan Sapi di Boyolali dan Waspadai PMK
Menkeu Setuju Penghematan Anggaran Makan Bergizi Gratis dengan Syarat Kualitas Tak Turun
Prabowo Sambut PM Anwar Ibrahim dengan Lagu Rasa Sayange di Istana Merdeka
Kunjungan Wisatawan ke Bali Naik 3,7% Selama Liburan Lebaran 2026