Di luar desakan reaktivasi, Rieke juga menyoroti persoalan mendasar yang kerap mengemuka: kekacauan data peserta PBI. Dia mendesak pemerintah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap ekosistem data, agar bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Tanpa data yang akurat, program sebesar apa pun berisiko meleset dari sasaran.
Lebih lanjut, Rieke mengingatkan bahwa dampak kebijakan harus dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya menjadi angka dalam laporan.
Anggaran untuk Rakyat, Bukan untuk Presentasi
Rieke menutup pernyataannya dengan menegaskan filosofi dasar pengelolaan anggaran negara. Baginya, keberhasilan sebuah kebijakan tidak diukur dari kemasan presentasi, melainkan dari dampak riil yang melindungi kelompok rentan.
Pernyataan politikus senior ini kembali mengingatkan kompleksitas penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional, di mana ketepatan data, komitmen anggaran, dan kepekaan sosial harus berjalan beriringan.
Artikel Terkait
Prabowo dan PM Jepang Sepakati Percepatan Ratifikasi IJEPA
Avenged Sevenfold Gelar Konser Tunggal di JIS Oktober 2026
KPK Panggil Tiga Pengusaha Rokok Terkait Kasus Suap Bea Cukai
TAUD Desak Komnas HAM Rekomendasikan Pengadilan Umum untuk Kasus Penyiraman Andrie Yunus