METRO SULTENG-Pada tahun 1954, Conquest menjadi produk merek dagang pertama Longines. Lima tahun kemudian, koleksi ini menerapkan inovasi berani dengan model yang menampilkan tampilan cadangan daya sentral yang revolusioner.
Dua cakram berputar, terletak di tengah pelat jam, menampilkan balet pengurasan daya yang memukau. Model baru ini bukan sekadar penerbitan ulang, melainkan kebangkitan; dan menghidupkan kembali model klasik tahun 1959 dengan indikator cadangan daya yang ditampilkan secara unik dalam cakram berputar di tengah pelat jam.
Keputusan Longines untuk menghidupkan kembali permata kuno ini menunjukkan bahwa, memang, Anda tidak bisa mengawasinya dengan baik.
Baca Juga: Zenith Memperkenalkan Tiga Jam Tangan Kronograf El Primero Triple Calendar
Casing 38mm yang halus , dibuat dari baja tahan karat berlapis satin dan dipoles bergantian, terpasang dengan nyaman di pergelangan tangan dengan ketinggian yang seimbang.
Garis-garisnya yang ramping dan lug yang melengkung lembut memancarkan keanggunan yang tak lekang oleh waktu, sedangkan kristal safir kotak, dengan lapisan anti-reflektifnya, menawarkan jendela jernih ke dalam pelat jam yang memukau.
Pelat jam Conquest Heritage Central Power Reserve tersedia dalam warna sampanye, antrasit, atau hitam. Pelat jam tiga bagian dihiasi dengan penanda jam segi dalam warna kuning emas, emas mawar, atau perak.
Benang melingkar yang rumit, ciri khas koleksi Conquest, dengan halus memisahkan trek menitnya. Penggunaan teknik finishing Fumé dan Sunray menambah kedalaman dan tekstur, menciptakan tontonan visual.
Jam tangan ini digerakkan oleh Kaliber L896.5 yang dibuat dengan cermat, bergetar pada 25.200 vph dan menawarkan cadangan daya 72 jam.
Melengkapi ansambelnya, Conquest Heritage Central Power Reserve hadir dengan tali kulit buaya berwarna hitam atau abu-abu, dengan harga USD 3.800 atau Rp60 juta.
LONGINES HERITAGE CENTRAL POWER RESERVE
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: metrosulteng.com
Artikel Terkait
Saham Teknologi dan Data Tenaga Kerja Dorong Wall Street ke Rekor Tertinggi, S&P 500 dan Nasdaq Tembus Level Baru
Saham BBCA Melonjak 5,56% dalam Sepekan, Buyback dan Dividen Kuartalan Jadi Penopang
PT Panca Budi Idaman Bagikan Dividen Rp397,5 Miliar, Setara Rp53 per Saham
PT Ace Oldfields Tbk Pastikan Dividen Tunai Rp1,5 per Saham untuk Tahun Buku 2025