Pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Selasa lalu, menghasilkan sejumlah poin kerja sama yang cukup menjanjikan. Prabowo sendiri yang langsung membeberkan hasil pertemuan itu, dengan nada yang terlihat optimis.
“Kami tadi membahas banyak masalah di bidang ekonomi, di bidang kerja sama bilateral, di bidang energi, di bidang kelautan, maritim dan perikanan, di bidang keamanan,” ujar Prabowo.
Dia menambahkan, “Ini semua menunjukkan trajectory yang positif, yang baik.”
Dari sekian banyak agenda, salah satu yang akan diprioritaskan adalah perjanjian ekonomi antara kedua negara. Pemerintah Indonesia berjanji akan mempercepat proses ratifikasi Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Prabowo berharap urusan ini bisa segera tuntas.
“Kami, Indonesia, akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amandemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Tak cuma itu, undangan terbuka juga disampaikan. Indonesia mengajak Jepang untuk lebih dalam lagi terlibat dalam pembangunan ekonomi di dalam negeri. Kerja sama yang ditawarkan luas, mulai dari pengelolaan mineral kritis dan rare earth hingga mendukung program hilirisasi industri.
Artikel Terkait
Pakar Peringatkan Kelangkaan Bahan Baku Ancaman Nyata dari Eskalasi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan Kebijakan WFH Setiap Jumat untuk Seluruh ASN
Pemerintah Berlakukan WFH untuk ASN Setiap Jumat Mulai April, dengan Pengecualian Sektor Vital
Gubernur DKI Siapkan Lahan di Bantargebang untuk Pembangunan PLTSa