Moodys Ubah Prospek Lima Bank BUMN dan BCA Menjadi Negatif

- Minggu, 08 Februari 2026 | 23:20 WIB
Moodys Ubah Prospek Lima Bank BUMN dan BCA Menjadi Negatif

"Maksudnya tergantung pada kasus-kasus khusus di bank itu utk penerapan GCG. Termasuk untuk penyaluran kredit dan menjaga likuiditas juga harus memperhatikan GCG," lanjut Trioksa. Ia menegaskan bahwa seluruh operasional, mulai dari penyaluran kredit hingga manajemen likuiditas, harus dilandasi prinsip kehati-hatian dan rambu-rambu GCG yang ketat.

Tantangan Spesifik dan Peran Pemerintah

Di antara kelima bank tersebut, Moody's menyoroti tantangan spesifik yang dihadapi oleh Bank Tabungan Negara (BTN). Lembaga pemeringkat itu mencatat adanya beban struktural pada BTN, seperti portofolio kredit restrukturisasi yang relatif tinggi dan tingkat likuiditas yang perlu diperkuat.

Namun, di sisi lain, Moody's juga mengakui peran strategis BTN dan kepemilikan mayoritas pemerintah atas bank tersebut. Faktor-faktor ini menjadi pertimbangan utama dalam penilaiannya. "Peringkat simpanan Baa2 BTN mencerminkan probabilitas dukungan pemerintah yang sangat tinggi, mengingat peran sistemik BTN dan kepemilikan mayoritas pemerintah," tulis laporan Moody's.

Analisis ini menggarisbawahi dinamika kompleks dalam dunia perbankan, di mana kinerja operasional dan tata kelola berpadu dengan faktor dukungan eksternal. Keputusan Moody's pada akhirnya menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya menjaga kesehatan dan kredibilitas sektor keuangan secara berkelanjutan.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar