MURIANETWORK.COM - Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadapi ancaman senjata tajam dari seorang warga saat memimpin operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Teluk Pucung, Bekasi Utara, belum lama ini. Insiden yang terekam dalam sebuah video itu kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial, memicu perhatian publik. Kejadian ini bermula saat petugas Satpol PP akan membongkar sebuah kotak penyimpanan kelapa milik pedagang yang dianggap menghalangi jalan.
Ketegangan di Lokasi Penertiban
Operasi penertiban yang dipimpin langsung oleh Wali Kota bersama Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo Wahyu Bintoro, semula berjalan seperti biasa. Namun, situasi berubah ketika seorang pria berbaju merah muncul dan memprotes tindakan petugas yang hendak membongkar kotak besi penyimpanan kelapanya. Ketegangan pun tidak terhindarkan.
Setelah sempat beradu mulut dengan petugas, pria tersebut masuk ke dalam sebuah ruko dan kembali dengan membawa sebilah golok. Dengan senjata di tangan, ia mengancam petugas yang sebelumnya bersitegang dengannya, mendesak petugas tersebut mundur hingga mendekati posisi Wali Kota Tri Adhianto.
"Awas pak, awas pak wali, amankan itu (orangnya)," terdengar suara dari perekam video dalam rekaman itu.
Respons dan Penanganan Aparat
Menyaksikan ancaman yang terjadi, Tri Adhianto sempat menjauh untuk menghindari risiko. Kapolres Kusumo Wahyu Bintoro kemudian mengambil alih dengan mendekati dan memberikan pengertian kepada pria pembawa golok tersebut mengenai maksud dan dasar hukum operasi penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi. Tindakan persuasif ini berhasil meredakan situasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran 2026: Kedatangan Penumpang di Stasiun Jakarta Capai 52.471 Orang
OJK Prediksi Dua hingga Tiga Bank Naik Kelas ke KBMI 4 pada 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Beckham Putra Siap Perjuangkan Tempat
Marshanda Dukung Proses Pencarian Jati Diri Putrinya Lepas Hijab