Di sisi lain, ada cerita menarik dari film "Solo Mio". Komedi romantis ini rupanya lebih banyak dilirik penonton perempuan, dengan komposisi 62 persen wanita dan 38 persen pria. Yang menarik, mayoritas penontonnya sekitar 60 persen berusia di atas 45 tahun. Dan dari total itu, perempuan di atas 25 tahun menyumbang porsi besar, yaitu 56 persen.
Film pertama Angel Studios di genre ini ternyata laris manis di wilayah Selatan, Midwest, dan area Pegunungan. Bioskop Cinemark 12 di American Fork, Utah, bahkan catat pendapatan tertinggi buat film ini: USD9,000. Angel Studios sendiri cukup bangga, karena meski bukan film bernapas keagamaan, "Solo Mio" dibangun dari konten yang berlandaskan nilai-nilai. Film ini juga masuk kategori film James yaitu film tentang jatuh cinta di Italia yang lagi ngetren.
Soal Angel Studios, mereka punya basis anggota yang loyal banget bernama Angel Guild. Anggotanya, yang sekarang mencapai 2 juta orang, bayar langganan bulanan buat akses platform streaming. Imbalannya? Dua tiket film gratis setiap tahun. Sistem ini juga jadi cara cerdas distributor yang terdaftar di bursa untuk menjangkau pasar langsung.
Perkembangannya cukup pesat. Di akhir 2025, jumlah anggota Guild mereka melonjak dua kali lipat hanya dalam sembilan bulan. Untuk "Solo Mio", Angel Studios cuma menangani distribusi, tapi mereka yang menanggung semua biaya pemasaran dan promosinya. Kesepakatan yang cukup unik, ya.
Artikel Terkait
Arus Balik Lebaran, Ruas Tol Semarang Kembali Diberlakukan One Way Lokal
Korban Tewas Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun 30 Persen
1.528 SPPG Disuspensi, Tren Penutupan Turun Usai Peningkatan Kepatuhan SLHS
Prabowo dan Menteri Bahas Percepatan Program Sampah Jadi Energi