Menkeu Purbaya Sebut Pegawai Pajak dan Bea Cukai Pakai Rompior sebagai Terapi Kejut

- Jumat, 06 Februari 2026 | 13:40 WIB
Menkeu Purbaya Sebut Pegawai Pajak dan Bea Cukai Pakai Rompior sebagai Terapi Kejut

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak main-main. Menyikapi maraknya oknum pegawai pajak dan bea cukai yang berurusan dengan hukum hingga harus mengenakan rompi oranye dia menyebutnya sebagai sebuah terapi kejut. Bagi seluruh jajaran Kemenkeu, ini peringatan keras.

“Bagus nggak rompinya? Hahaha.”

Ucapannya disambai tawa ringan seusai Sidang Terbuka Satgas Debottlenecking, Jumat lalu. Tapi pesannya serius. “Enggak, itu shock therapy untuk pegawai pajak dan bea cukai, untuk lebih fokus lagi ke depan menjalankan tugasnya. Saya pikir nggak apa-apa itu, tempatnya juga sama, ada hal yang sama,” tegas Purbaya.

Di sisi lain, langkahnya tak cuma berhenti pada peringatan. Proses hukum yang berjalan justru jadi momentum untuk aksi lebih masif: re-organisasi. Setelah sebelumnya mengguncang Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan mutasi puluhan pegawai, giliran Direktorat Jenderal Pajak yang akan dirombak sore ini. “Bea Cukai kan kemarin sudah saya ganti berapa puluh orang pegawai. Jadi, sore ini berapa puluh pegawai pajak pun saya akan putar,” ujarnya tanpa ragu. Tujuannya jelas: memutus rantai praktik tak sehat dan mengembalikan integritas institusi.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar