"Kalau misalnya kita melihat suatu cerita atau news gitu yang mengatakan sebuah saham ada akuisisi, ada merger, apa segala macam, kita itu sebenarnya harus melakukan due diligence dulu. Due diligence, apakah informasi ini akurat atau enggak," jelas Emir.
Dari setiap pengalaman, baik untung maupun rugi, selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Menurutnya, investasi adalah soal bagaimana mengapitalisasi peluang di pasar dengan persiapan modal yang matang, tidak hanya secara finansial, tetapi juga pengetahuan dan mentalitas.
"Jadi mungkin garis besarnya seperti itu. Selalu semuanya di apapun itu ada Yin and Yang-nya. Daripada kita fokusnya ke negatif, kita shift fokus kita ke yang positif," lanjutnya.
Komitmen ICMSS ke-25: Wadah Belajar bagi Generasi Muda
Di sisi lain, penyelenggaraan ICMSS yang memasuki usia seperempat abad ini menegaskan posisinya sebagai acara legendaris di kalangan akademisi pasar modal. President of The 25th ICMSS, Falito Villienuve Tandra, menyatakan komitmen untuk terus menghadirkan nilai dan manfaat bagi peserta.
“Jadi di tahun ke-25 ini tentunya kami berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran, wadah, dan juga insights yang menarik mengenai capital market,” ungkap Falito.
Gelaran selama dua hari di Auditorium FEB UI, Depok, tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator bagi lahirnya investor-investor muda yang tidak hanya cerdas secara analitis, tetapi juga berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan pasar yang kompleks.
Artikel Terkait
Raksasa Teknologi Siapkan Rp12.000 Triliun untuk Perang Infrastruktur AI
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni
China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Iran Setelah Ancaman Militer