Kolaborasi Erat dengan Pemerintah
Penyelenggaraan ABAC di Indonesia ini juga mencerminkan sinergi yang kuat antara dunia usaha dan pemerintah. Kolaborasi ini dinilai krusial, terutama dalam konteks keketuaan APEC 2026 yang dipegang oleh Tiongkok. Kerja sama tidak hanya terjalin dengan Kementerian Luar Negeri, tetapi juga dengan kementerian teknis lainnya seperti Kementerian Perdagangan.
“Kita menjadi host daripada ABAC ya, APEC Business Advisory Council. Keketuaan APEC kali ini adalah China yang puncaknya di November di Shenzhen. Nah, ini juga salah satu contoh kerja sama dengan pemerintah dalam hal ini dengan Kemenlu, tapi juga Kementerian Perdagangan," ujarnya.
Momentum Promosi di Tengah Elite Global
Pertemuan ini jauh dari sekadar agenda rutin belaka. Anindya menyoroti bahwa forum ini akan dihadiri oleh sekitar 60 anggota ABAC, yang merupakan para penentu kebijakan ekonomi dari kekuatan ekonomi dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, hingga Rusia. Kehadiran mereka menjadikan acara ini semacam "karpet merah" untuk promosi perdagangan dan investasi Indonesia di panggung paling elite.
“Ini merupakan bukan hanya sarana untuk rapat ABAC menuju kepada puncaknya, tapi kita juga menggunakan ini sebagai sarana tadi untuk promosi perdagangan juga investasi. Kita kemarin menjumlahkan market capitalization mereka kalau dijumlahin USD1,2 triliun. Jadi, itu mirip-mirip dengan PDB kita,” ungkapnya.
Dengan demikian, persiapan yang dilakukan oleh Kadin dan pemerintah mengarah pada satu tujuan: memastikan pertemuan kelas dunia ini memberikan dampak nyata bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam menarik investasi yang berkelanjutan dan berkualitas.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik