MURIANETWORK.COM - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan pagu anggaran sebesar Rp118,50 triliun untuk tahun 2026. Anggaran besar ini akan difokuskan pada dua pilar utama: penguatan infrastruktur irigasi pertanian untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan konektivitas wilayah guna menggerakkan roda ekonomi nasional. Rencana ini diungkapkan langsung oleh Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun fondasi infrastruktur yang tangguh.
Fokus pada Ketahanan Pangan Melalui Irigasi
Sebagian besar alokasi anggaran, tepatnya Rp34,74 triliun, akan dikelola oleh bidang Sumber Daya Air. Dana ini ditujukan untuk secara langsung meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Langkah konkretnya meliputi pembangunan jaringan irigasi baru yang akan membuka lahan pertanian produktif seluas 15.905 hektar. Tidak hanya membuka lahan baru, pemerintah juga akan merehabilitasi jaringan irigasi yang sudah ada seluas 97.430 hektar untuk memastikan pasokan air berjalan berkelanjutan.
Menteri Basuki menegaskan komitmen tersebut. "Kami memastikan bahwa penguatan irigasi pertanian dan konektivitas wilayah tetap menjadi prioritas utama," tegasnya dalam keterangan pers, Kamis (5/2/2025).
Upaya perlindungan lahan pertanian juga menjadi perhatian serius. Kementerian berencana melaksanakan pekerjaan pengendalian banjir sepanjang 82 kilometer dan pengamanan pantai sepanjang 8 kilometer. Untuk menjamin ketersediaan air, akan dibangun penyediaan air baku berkapasitas 500 liter per detik, serta pengembangan sumber air tanah dan embung di sekitar 800 titik.
Memperlancar Distribusi dengan Konektivitas
Pilar kedua, yaitu konektivitas, mendapatkan alokasi dana terbesar sebesar Rp45,62 triliun di bawah bidang Jalan dan Jembatan. Tujuannya jelas: memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik nasional, yang selama ini kerap terbentur kondisi infrastruktur yang kurang memadai. Programnya dirancang komprehensif, mulai dari membuka akses baru sepanjang 158 kilometer ke daerah terpencil dan sentra produksi, hingga meningkatkan kapasitas dan mempreservasi jalan sepanjang 1.571 kilometer.
Di sektor jembatan, akan dibangun dan diduplikasi jembatan sepanjang 2,2 kilometer. Yang menarik, pembangunan 105 unit jembatan gantung diharapkan dapat segera memutus mata rantai keterisolasian banyak desa. Preservasi rutin terhadap jaringan jalan nasional dan jembatan yang ada juga tetap dijalankan untuk menjaga keandalan konektivitas yang telah terbangun.
Dukungan Infrastruktur Dasar dan Sosial
Di luar dua fokus utama, anggaran juga dialokasikan untuk bidang Cipta Karya dan Prasarana Strategis guna mendukung kualitas hidup masyarakat. Dengan anggaran Rp12 triliun, bidang Cipta Karya akan membangun sistem air minum baru, memperluas layanan air bersih ke puluhan ribu rumah, serta mengelola air limbah dan persampahan.
Sementara itu, bidang Prasarana Strategis dengan anggaran Rp24,11 triliun akan membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih baik. Rencananya meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi puluhan sekolah dasar dan menengah. Tidak ketinggalan, pembangunan perguruan tinggi, pasar, sarana olahraga, dan fasilitas kesehatan juga masuk dalam agenda untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah.
Artikel Terkait
Rusia Peringatkan Ketegangan AS-Iran Bak Bom Waktu
Krakatau Osaka Steel Tutup April 2026, Tertekan Banjir Baja Impor Murah China
Inggris Luncurkan Program Akselerator Pendanaan Iklim di Indonesia
Menperin Soroti Pertumbuhan Manufaktur Tembus 5,17%, Ungguli Ekonomi Nasional