Pilar kedua, yaitu konektivitas, mendapatkan alokasi dana terbesar sebesar Rp45,62 triliun di bawah bidang Jalan dan Jembatan. Tujuannya jelas: memperlancar distribusi hasil pertanian dan logistik nasional, yang selama ini kerap terbentur kondisi infrastruktur yang kurang memadai. Programnya dirancang komprehensif, mulai dari membuka akses baru sepanjang 158 kilometer ke daerah terpencil dan sentra produksi, hingga meningkatkan kapasitas dan mempreservasi jalan sepanjang 1.571 kilometer.
Di sektor jembatan, akan dibangun dan diduplikasi jembatan sepanjang 2,2 kilometer. Yang menarik, pembangunan 105 unit jembatan gantung diharapkan dapat segera memutus mata rantai keterisolasian banyak desa. Preservasi rutin terhadap jaringan jalan nasional dan jembatan yang ada juga tetap dijalankan untuk menjaga keandalan konektivitas yang telah terbangun.
Dukungan Infrastruktur Dasar dan Sosial
Di luar dua fokus utama, anggaran juga dialokasikan untuk bidang Cipta Karya dan Prasarana Strategis guna mendukung kualitas hidup masyarakat. Dengan anggaran Rp12 triliun, bidang Cipta Karya akan membangun sistem air minum baru, memperluas layanan air bersih ke puluhan ribu rumah, serta mengelola air limbah dan persampahan.
Sementara itu, bidang Prasarana Strategis dengan anggaran Rp24,11 triliun akan membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih baik. Rencananya meliputi revitalisasi 1.000 unit sekolah keagamaan, pembangunan 100 unit sekolah rakyat, serta pembangunan dan rehabilitasi puluhan sekolah dasar dan menengah. Tidak ketinggalan, pembangunan perguruan tinggi, pasar, sarana olahraga, dan fasilitas kesehatan juga masuk dalam agenda untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di berbagai wilayah.
Artikel Terkait
124 Perusahaan Angkutan Baru Kena Sanksi karena Langgar Larangan Truk Saat Mudik
Produksi Grasberg Block Cave Freeport Diprediksi Normal dalam 2-3 Minggu
Lebaran 2026: 2 Juta Kendaraan Sudah Keluar Jabotabek, Trans Jawa Jadi Primadona
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh