MURIANETWORK.COM - Sebanyak 19 investor dan pemimpin bisnis terkemuka asal Australia melakukan kunjungan kerja ke Jakarta dalam sepekan ini. Kunjungan ini bertujuan untuk memperdalam dan memperluas jejak investasi mereka di Indonesia, menyusul strategi ekonomi jangka panjang pemerintah Australia untuk kawasan Asia Tenggara. Delegasi yang dipimpin langsung oleh utusan khusus pemerintah tersebut menjadwalkan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat kementerian, pelaku usaha, serta menghadiri forum bisnis utama.
Misi Kelima untuk Memperkuat Kemitraan Ekonomi
Kunjungan kerja pekan ini menandai misi bisnis kelima yang dilakukan Australia ke Indonesia sejak diluncurkannya peta jalan investasi "Invested: Australia’s Southeast Asia Economic Strategy to 2040" pada tahun 2023. Misi ini dipimpin oleh Utusan Khusus Australia untuk Asia Tenggara, Nicholas Moore, dan Business Champion Australia untuk Indonesia, Professor Jennifer Westacott. Keduanya membawa delegasi untuk berdiskusi langsung dengan sejumlah menteri, perusahaan BUMN seperti Danareksa, serta asosiasi bisnis terkemuka di tanah air.
Dalam kesempatan terpisah, Professor Jennifer Westacott menyampaikan apresiasinya atas antusiasme para investor.
"Saya merasa terhormat dapat memimpin bersama delegasi misi bisnis kelima ke Jakarta ini. Kaliber dan ukuran dari delegasi menunjukkan minat investor Australia terhadap Indonesia," ungkapnya.
Westacott juga menekankan kontribusi nyata investasi Australia yang telah berjalan selama ini.
"Australia saat ini merupakan sumber investasi langsung asing ke-9 bagi Indonesia. Banyak perusahaan Australia di Indonesia yang menciptakan lapangan kerja berkualitas tinggi dan mentransfer teknologi sambil beroperasi dengan standar lingkungan yang tinggi," jelasnya.
Fokus pada Sektor Strategis dan Fasilitasi Investasi
Selain pertemuan bilateral, para delegasi turut berpartisipasi dalam Indonesia Economic Summit 2025 yang digelar Indonesia Business Council (IBC). Mereka juga menghadiri peluncuran Indonesia-Australia Business Roundtable. Dalam pertemuan dengan IBC dan Kamar Dagang Indonesia (KADIN), pembahasan difokuskan pada bagaimana tinjauan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA) dapat mendorong investasi lebih lanjut, khususnya di sektor-sektor prioritas seperti ekonomi hijau, digital, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur perkotaan.
Misi ini sekaligus menjadi momentum peluncuran edisi kedua panduan investasi "Invested: Indonesia to 2040 – Opportunities and Pathways for Australian Investors". Publikasi yang dikembangkan bersama IBC ini menyajikan analisis sektoral, studi kasus, serta informasi mengenai platform pemerintah Australia yang dirancang untuk mempermudah dan membuat investasi di Indonesia lebih terjangkau.
Dukungan Infrastruktur untuk Investor
Untuk mendukung realisasi komitmen ini, pemerintah Australia telah membentuk Pusat Investment Deal Teams yang bermarkas di Jakarta, Singapura, dan Ho Chi Minh City. Didukung oleh jaringan perwakilan di seluruh Asia Tenggara, tim ini berfungsi menjembatani kepentingan bisnis dengan peluang di lapangan. Mereka bekerja sama dengan pemerintah setempat dan pelaku industri untuk mengidentifikasi serta memfasilitasi proyek-proyek investasi yang potensial bagi investor Australia. Inisiatif strategis ini memadukan sumber daya dari Australian Trade and Investment Commission (Austrade), Export Finance Australia, dan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia.
Kehadiran misi ini, dilengkapi dengan panduan investasi yang komprehensif dan dukungan infrastruktur yang nyata, menunjukkan pendekatan Australia yang serius dan terstruktur dalam membangun kemitraan ekonomi jangka panjang dengan Indonesia. Kedua negara tampaknya terus berupaya mentransformasi hubungan diplomatik yang baik menjadi kerja sama ekonomi yang lebih konkret dan saling menguntungkan.
Artikel Terkait
Menperin Proyeksikan Penjualan Mobil Nasional Capai 850.000 Unit pada 2026
Angela Tanoesoedibjo Yakin Perindo Sulsel Berkembang di Bawah Pimpinan Abdul Hayat Gani
Seskab Tegaskan Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Bersifat Tidak Tetap
Mahfud MD Soroti Wacana Peninjauan Ulang Posisi Kelembagaan Polri