Nah, dari sisi pariwisata, peningkatan ini sejalan dengan data BPS 2025 yang mencatat mobilitas wisatawan nusantara yang terus naik. Koridor Jakarta–Jawa Timur, tempat ketiga kereta itu melintas, adalah penghubung utama untuk menuju destinasi budaya, kuliner, hingga acara-acara MICE. Keberadaan kereta premium seperti ini jelas memperkuat konektivitas dan mendukung pemerataan arus wisatawan.
Dampak ekonominya juga terasa. Kinerja layanan ini mencerminkan permintaan yang terjaga dari segmen menengah atas, sekaligus meningkatkan nilai tambah di sektor transportasi. Setiap pergerakan pelanggannya punya efek berantai menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung lain di kota tujuan. Hal kecil yang berperan besar menjaga dinamika ekonomi regional.
Anne Purba menambahkan, KAI tak berhenti memantau pola permintaan ini. Data yang terkumpul akan menjadi dasar pengembangan layanan ke depannya.
“Suite Class Compartment menjadi bagian dari strategi KAI dalam menghadirkan diferensiasi layanan dan memperkuat posisi kereta api sebagai moda pilihan untuk perjalanan jarak jauh dengan standar kenyamanan yang tinggi,” katanya.
Dhera Arizona
Artikel Terkait
Target Tarif Nol Persen dengan Inggris, Pemerintah Pasang Target Satu Tahun
BNPB Wanti-wanti: 2027 Jadi Tahun Kritis Siklus Karhutla
AHY Ungkap Makna Lebih Dalam di Balik Program Gentengisasi Prabowo
Slowakia Tawarkan Paket Lengkap untuk PLTN Pertama Indonesia