EV Tembus 13 Persen, BYD Pacu Geliat Kendaraan Listrik di Indonesia

- Selasa, 03 Februari 2026 | 05:36 WIB
EV Tembus 13 Persen, BYD Pacu Geliat Kendaraan Listrik di Indonesia

Dengan adanya pilihan antara LCGC dan EV yang harganya mulai bersaing, masyarakat punya alternatif baru. Lagipula, EV di kisaran harga itu biasanya sudah dibekali teknologi canggih dan desain yang terkesan futuristik.

Di tengah gelombang ini, BYD mencatatkan prestasi yang luar biasa. Sepanjang 2025, mereka berhasil menjual 54 ribu unit mobil listrik di Indonesia. Angka yang cukup fantastis.

General Manager Asia Pacific Sales BYD Auto, Liu Xueliang, menyebut pencapaian itu bukti nyata tingginya kepercayaan konsumen. Apalagi, ini terjadi sebelum perusahaan memulai produksi lokal secara permanen di Subang.

Keberhasilan itu tentu tak lepas dari ekspansi jaringan yang agresif. Hingga akhir 2025, lebih dari 80 diler BYD sudah beroperasi di seluruh Indonesia, mendekatkan layanan kepada pelanggan.

Beberapa model menjadi pilihan favorit. BYD Atto 1, M6, dan Sealion 7 tercatat paling diminati. Tak ketinggalan, merek premium mereka, Denza, juga dapat sambutan hangat lewat model Denza D9. Sejak diluncurkan awal 2025, lebih dari 10 ribu unit sudah dipesan. Strategi model yang tepat sasaran ini rupanya berhasil.

Pencapaian di Indonesia ini sejalan dengan momentum global BYD. Di tahun yang sama, mereka mendistribusikan 4,6 juta unit kendaraan ke seluruh dunia, dengan 1 juta unit di antaranya untuk ekspor. Di Asia Tenggara, BYD bahkan jadi merek nomor satu di Singapura dan punya penjualan signifikan di Thailand. Kesuksesan regional ini jelas memperkuat posisi mereka di pasar domestik.

Menyambut 2026 dengan Strategi Baru

Optimisme BYD terhadap pasar Indonesia makin menguat. Lihat saja, penetrasi kendaraan listrik sudah lewat 13 persen di 2025. Capaian yang dinilai sangat positif, bahkan untuk standar ASEAN sekalipun.

Liu Xueliang melihat kematangan pasar ini sebagai dasar yang kuat. Karena itu, perusahaan berencana menghadirkan lebih banyak model baru pada 2026.

Diversifikasi teknologi akan jadi strategi utama. Dengan portofolio teknologi New Energy Vehicle (NEV) yang lengkap di hampir setiap segmen, BYD ingin menawarkan solusi yang lebih beragam. Intinya, pilihan untuk konsumen akan semakin luas.


Halaman:

Komentar