Irvan Mustafa, Head of Marketing PT NAI, mengungkapkan pihaknya masih memantau langsung perkembangan dari pusat. Bahkan, perwakilan perusahaan dikirim untuk mengikuti proses pemulihan bisnis tersebut.
"Jadi untuk 2026 sendiri kalau kita berbicara soal keberadaan itu masih tetap akan ada di Indonesia," kata Irvan. "Jadi secara ATPM kita masih ada dan saat ini kami tengah fokus benahi after sales."
Fokus pada after sales itu terwujud dalam perubahan drastis di jaringan. Layanan purna jual kini dijalankan lewat kerja sama dengan pihak ketiga, karena jaringan diler dan bengkel resmi (3S) secara resmi sudah tidak beroperasi.
"Kalau berbicara 3S boleh dibilang secara official memang sudah tidak ada," imbuh Irvan. "Makanya kami bekerja sama dengan Otoklix yang punya jaringan bengkel tersebar di Indonesia dan ada juga yang lainnya di Tangerang."
Yang lebih kritis, lini produksi lokalnya pun sudah berhenti. Produksi yang dilakukan di fasilitas PT Handal Indonesia Motor (HIM) disebut sudah hiatus sekitar enam bulan terakhir.
Wakil Presiden Komisaris PT HIM, Jongkie D. Sugiarto, mengonfirmasi hal ini. "Saat ini (produksi Neta) berhenti. Berhentinya sudah lama, enam bulan yang lalu. Sementara (mungkin)," ungkapnya.
Meski produksi terhenti, Jongkie menyebut stok masih aman. Baik bahan baku maupun unit kendaraan yang sudah dirakit masih tersimpan di fasilitas HIM. Itu sedikit cerah di tengah ketidakpastian yang menyelimuti.
Artikel Terkait
My Chemical Romance Buka Tiket Konser Tunggal di Jakarta, Catat Tanggalnya!
Genangan Air di Jakarta Akhirnya Surut, BPBD: Tetap Waspada
Omar Tuding Trump Sebagai Dalang di Balik Serangan Cairan Misterius
Komnas PA Dukung Inara Rusli, Sebut Pengambilan Anak oleh Virgoun sebagai Kekerasan Psikis