Waspada, Air Minum di Pesawat Ternyata Tak Sebersih yang Dibayangkan

- Minggu, 01 Februari 2026 | 09:12 WIB
Waspada, Air Minum di Pesawat Ternyata Tak Sebersih yang Dibayangkan

Bagi banyak penumpang, memesan secangkir teh atau kopi panas di pagi hari sudah jadi ritual wajib saat terbang. Tapi hati-hati, jangan langsung tergoda. Ada kabar kurang sedap dari sebuah studi terbaru: air minum di pesawat terbang ternyata belum tentu aman.

Menurut laporan dari Travel and Leisure, riset yang digelar Center of Food as Medicine and Longevity menemukan fakta mencengangkan. Kualitas air di sejumlah maskapai komersial Amerika Serikat masih jeblok, bahkan di bawah standar minimal yang ditetapkan Badan Perlindungan Lingkungan (EPA). Aturan soal air minum pesawat itu sendiri sudah berlaku sejak 2011, lho.

Penelitian ini cukup komprehensif, menganalisis data dari 10 maskapai besar dan 11 maskapai regional selama tiga tahun. Mereka meneliti berbagai hal, mulai dari pelanggaran standar kualitas, ada tidaknya bakteri E. coli, sampai seberapa sering tangki air didesinfeksi dan dibilas.

Hasilnya? American Airlines tercatat punya catatan terburuk di kelas maskapai besar. Posisi menyedihkan itu diikuti oleh JetBlue dan Spirit Airlines.

Di sisi lain, Delta Air Lines justru keluar sebagai yang terbaik. Air minum mereka dinilai paling aman dan andal. Frontier Airlines dan Alaska Airlines menyusul di posisi berikutnya.

Nah, untuk kategori maskapai regional, GoJet Airlines yang berbasis di St. Louis meraih peringkat tertinggi. Maskapai ini biasanya mengoperasikan penerbangan United Express.

Sebaliknya, Mesa Airlines mitra United Express yang baru bergabung dengan Republic Airways harus puas di posisi juru kunci. Kualitas air mereka dinilai paling buruk.

Charles Platkin, Direktur Center for Food as Medicine and Longevity, memberikan komentarnya. Menurutnya, hampir semua maskapai regional masih punya pekerjaan rumah besar.

“Sebagian besar maskapai regional perlu melakukan perbaikan signifikan dalam menjaga keamanan air di pesawat,”

ujarnya dalam sebuah pernyataan.


Halaman:

Komentar