Soal ini, Barak sendiri sudah pernah angkat bicara. Dia mengakui kenal dengan Epstein. Tapi dia bersikeras, tegas, bahwa dirinya sama sekali tidak terlibat dalam aktivitas tak pantas apa pun yang dilakukan oleh Epstein.
Di sisi lain, dokumen yang sama juga menyebut banyak nama lain. Donald Trump, Elon Musk, Bill Clinton. Ratusan, bahkan ribuan halaman hasil penyelidikan ini menggambarkan jaringan pertemanan Epstein yang sangat luas.
Trump, seperti Barak, mengakui hubungannya. Tapi dia juga membantah keras melakukan pelanggaran hukum.
Epstein sendiri sudah tak bisa dimintai pertanggungjawaban. Dia ditemukan tewas di sel penjaranya di New York pada 2019. Saat itu, dia sedang menunggu persidangan atas tuduhan perdagangan seks yang sangat serius. Sebelumnya, di Florida tahun 2008, dia sudah pernah mengaku bersalah dan dipenjara karena menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi.
Para korban selama ini bersikukuh. Mereka menuduh Epstein menjalankan jaringan perdagangan seks yang rumit dan masif. Jaringan itu, kata mereka, melibatkan orang-orang kaya dan berkuasa. Elite global. Dan dokumen yang baru dibuka ini, bagi banyak orang, mungkin baru secuil puzzle dari misteri besar yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Lippo Mall Puri Hadirkan Taman Bunga Raksasa Sambut Imlek 2026
Cahaya Kembali Terbit: 15 Warga Sukabumi Jalani Operasi Mata Gratis
Iran Peringatkan Israel: Jari Kami Sudah di Pelatuk
Taruna Akpol Selamatkan Remaja yang Hanyut di Sungai Tamiang