Nah, kalau dilihat lebih detail, sektor pertanian masih jadi juaranya. Kontribusinya mencapai Rp80,09 triliun atau hampir 45% dari total penyaluran KUR BRI tahun lalu. Angka ini, bagi banyak pihak, merefleksikan betapa seriusnya BRI dalam menguatkan sektor riil.
Di sisi lain, sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI merasa punya tanggung jawab ekstra. Mereka harus memastikan setiap rupiah dikelola dengan prudent, transparan, dan akuntabel. Maklum saja, sumber dana KUR ini seratus persen berasal dari dana perbankan alias uang masyarakat yang dihimpun. Kualitas kreditnya wajib dijaga ketat.
Yang juga patut dicatat adalah jangkauannya. Ternyata, penetrasi KUR BRI ke rumah tangga makin meluas. Hingga akhir Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga sudah mengakses fasilitas ini. Angkanya naik terus, lho. Bandingkan dengan 2023 yang 15 rumah tangga dan 2024 sebanyak 17 rumah tangga.
Kalau ditarik lebih jauh lagi, sejak 2015, BRI sudah menyalurkan KUR kumulatif senilai Rp1.435 triliun. Dana sebesar itu telah menyentuh 46,4 juta penerima. Sebuah perjalanan panjang yang, menurut sejumlah pengamat, memang konsisten dengan pilar Asta Cita bank: penguatan ekonomi rakyat.
Artikel Terkait
Prabowo Gebrak Himbara, Direksi Bank BUMN Bakal Diganti Total
Motif Cinta Buta, Bocah Bekasi Jadi Alat Paksaan untuk Rujuk
Prabowo Belum Tentukan Nama, OJK Tunjuk Pejabat Sementara
Berardi Buka Lawan, Gol Bunuh Diri dan Kone Pastikan Sassuolo Gasak Pisa 3-1