Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 01:35 WIB
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur

“Dalam beberapa tahun terakhir memang pressure-nya ke nilai tukar rupiah melemah terhadap US Dolar. Dan itu tentu saja buat importir ya, terutama untuk import to export, ya biaya untuk impornya juga semakin mahal, itu problem-nya,” jelasnya.

Di sisi lain, data justru menunjukkan kontribusi sektor ini masih sangat vital. Merujuk Kementerian Perindustrian, pada triwulan III-2025, sektor manufaktur menyumbang 17,39 persen terhadap PDB nasional. Angka itu menjadikan Industri Pengolahan Nonmigas sebagai penyumbang terbesar, mengalahkan sektor-sektor lain.

Jadi, di satu sisi kontribusinya besar. Di sisi lain, tekanannya nyata. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kebijakan ke depan bisa menjawab tantangan ini? Itu yang masih menunggu jawaban.


Halaman:

Komentar