“Sementara Irak lebih mengusung gaya futsal Barat. Mereka cepat, sangat terampil, dan selalu berbahaya untuk mencetak gol lewat situasi individual,” sambung Souto.
Kekhawatiran utama pria berusia 44 tahun ini jelas: kemampuan individu pemain Irak. Itu yang harus diantisipasi mati-matian. Persiapan timnya pun akan diarahkan untuk menekan keunggulan itu.
“Karena itu, kami harus benar-benar mewaspadai kemampuan individu mereka dan berusaha lebih banyak menguasai bola dibandingkan hari ini,” ujarnya merujuk pada laga kontra Kirgistan.
Ia juga mengakui, meski menang, performa menyerang timnya belum maksimal. Ini yang harus dibenahi.
“Pada laga ini kami tidak tampil baik saat menyerang. Di pertandingan berikutnya, kami harus membuat mereka yang menderita,” pungkas mantan pelatih Bintang Timur Surabaya itu penuh tekad.
Jadi, sabtu nanti, Indonesia Arena bakal jadi saksi duel sengit. Dua tim terkuat grup saling sikut untuk tiket terbaik. Menanti, apakah Garuda bisa menjinakkan Singa dari Mesopotamia.
Artikel Terkait
Antrean Ribuan Pelamar, Sektor Informal Melonjak: Apindo Soroti Bom Waktu Ketenagakerjaan
Lefundes Pasang Target Tiga Poin di Kandang Demi Kejar Persib
Andry Asmoro Desak Pemerintah Segera Rombak Kebijakan untuk Dongkrak Industri Manufaktur
Truk Kontener Lindas Korban Jiwa, Lalu Lintas Simpangan Depok Lumpuh Total