Kementerian Agama bakal mengerahkan sejumlah ahlinya untuk memantau hilal. Mereka akan ditempatkan di titik-titik rukyah yang dinilai paling potensial, di mana peluang melihat bulan sabit itu lebih jelas. Observasi ini, tentu saja, bertujuan menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 nanti.
Nah, hasil dari pemantauan nanti akan dibawa ke sidang isbat. Sidang itu sendiri rencananya digelar pada 17 Februari mendatang.
Menurut Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsad Hidayat, ada satu lokasi yang sedang dipertimbangkan. Lokasi itu adalah Masjid Ibu Kota Nusantara (IKN) yang belum lama ini diresmikan.
"Kalau memungkinkan, tahun ini kita menjadikan masjid IKN yang telah diresmikan beberapa waktu lalu sebagai tempat pelaksanaan rukyatul hilal," kata Arsad, Jumat (30/1/2026).
Artikel Terkait
Layang-Layang hingga Biawak: Tantangan Tak Terduga di Balik Ketepatan Waktu Kereta Cepat Whoosh
Trump Umumkan Pilihan Ketua Fed Pagi Ini, Siapa yang Akan Gantikan Powell?
Banjir Bekasi Belum Surut, 38 Ribu Warga Terdampak
OCBC NISP Cetak Laba Rp5,1 Triliun di Tengah Laju Transaksi Digital yang Melonjak 46%