Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat, Kredit Investasi Tembus 20 Persen

- Selasa, 17 Maret 2026 | 15:50 WIB
Pertumbuhan Kredit Perbankan Melambat, Kredit Investasi Tembus 20 Persen

Pertumbuhan kredit perbankan ternyata melambat di bulan Februari lalu. Data Bank Indonesia menunjukkan angka 9,37 persen secara tahunan, turun sedikit dari capaian Januari yang berada di level 9,96 persen.

Meski begitu, Gubernur BI Perry Warjiyo melihat ada sisi positif. Kalau dirinci, kredit investasi justru melesat cukup tinggi, tumbuh lebih dari 20 persen. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi juga masih menunjukkan pertumbuhan, masing-masing di angka 3,88 persen dan 6,34 persen.

"Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan kredit 2026 tetap terjaga pada kisaran 8-12 persen dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran,"

Ujarnya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Selasa (17/3). Pernyataan itu sekaligus menegaskan optimisme otoritas moneter.

Di sisi lain, BI mengakui masih ada pekerjaan rumah. Permintaan pembiayaan, misalnya, masih bisa ditingkatkan. Mereka mencatat, masih ada fasilitas pinjaman yang belum dicairkan (undisbursed loan) dengan nilai fantastis: Rp2.536,40 triliun. Angka itu setara dengan hampir 23 persen dari plafon kredit yang sebenarnya tersedia.

Soal penawaran, kondisinya relatif lebih baik. Kapasitas bank untuk membiayai dinilai masih memadai. Rasio likuiditas berada di 27,40 persen, dan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh pesat, mencapai 13,18 persen pada periode yang sama. Artinya, dana di bank sebenarnya melimpah.

Minat bank untuk menyalurkan kredit pun secara umum masih baik. Persyaratan pemberian kredit pun masih cenderung longgar. Hanya saja, ada pengecualian untuk segmen konsumsi dan UMKM. Untuk dua segmen ini, bank tampaknya masih berhati-hati karena risiko kredit yang dinilai masih tinggi.

"Dalam rangka mendorong penyaluran kredit perbankan, Bank Indonesia akan terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen nontraditional funding (non-DPK). Koordinasi dengan Pemerintah dan KSSK juga diperkuat untuk memperbaiki struktur suku bunga dan mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan tersebut,"

Tambahan Perry, merinci langkah-langkah ke depan. Strateginya jelas: mendorong dari segala sisi agar kredit bisa kembali meroket sesuai harapan.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar