WASHINGTON Sudah hampir empat tahun konflik berlangsung, dan dampaknya sungguh mengerikan. Laporan terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di AS, yang dirilis Selasa lalu, mengungkap skala kerugian manusia yang hampir tak terbayangkan. Angkanya mendekati dua juta personel militer dari kedua belah pihak, jika kita menghitung mereka yang tewas, terluka, atau hilang sejak invasi Rusia pada Februari 2022 hingga akhir tahun 2025.
Rusia, menurut analisis CSIS, menanggung beban terberat. Mereka diperkirakan telah kehilangan sekitar 325.000 tentara yang tewas, dari total korban sekitar 1,2 juta orang. Kemajuan di medan perang, kata laporan itu, didapat dengan harga yang mahal dan laju yang sangat lambat.
Begitu pernyataan tegas CSIS.
Di sisi lain, Ukraina juga mengalami pukulan yang sangat berat. Korban di pihak mereka diperkirakan mencapai 500.000 hingga 600.000 personel. Dari jumlah itu, sekitar 100.000 hingga 140.000 jiwa dinyatakan tewas.
Artikel Terkait
Kapolda Sumsel Perintahkan Kesiapan Penuh Jelang Puncak Arus Mudik Lebaran 2026
TelkomGroup Berangkatkan 1.924 Pemudik Gratis dengan Bus Ramah Lingkungan
ASDP Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran di Merak Dimulai Malam Ini
Arbeloa Bawa Mbappe dan Bellingham ke Manchester, City Hadapi Tugas Mustahil