WASHINGTON Sudah hampir empat tahun konflik berlangsung, dan dampaknya sungguh mengerikan. Laporan terbaru dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) di AS, yang dirilis Selasa lalu, mengungkap skala kerugian manusia yang hampir tak terbayangkan. Angkanya mendekati dua juta personel militer dari kedua belah pihak, jika kita menghitung mereka yang tewas, terluka, atau hilang sejak invasi Rusia pada Februari 2022 hingga akhir tahun 2025.
Rusia, menurut analisis CSIS, menanggung beban terberat. Mereka diperkirakan telah kehilangan sekitar 325.000 tentara yang tewas, dari total korban sekitar 1,2 juta orang. Kemajuan di medan perang, kata laporan itu, didapat dengan harga yang mahal dan laju yang sangat lambat.
Begitu pernyataan tegas CSIS.
Di sisi lain, Ukraina juga mengalami pukulan yang sangat berat. Korban di pihak mereka diperkirakan mencapai 500.000 hingga 600.000 personel. Dari jumlah itu, sekitar 100.000 hingga 140.000 jiwa dinyatakan tewas.
Artikel Terkait
Minyak Kita Rp18.000, Amran Geruduk Pasar Padalarang
39 RT dan Tiga Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Pagi Ini
Suparma Cetak Sejarah: Pabrik Pertama di Indonesia Raih Sertifikasi Nol Sampah ke TPA
Eks Napi Bongkar Rantai Narkoba di Rutan Salemba: 70 Persen Penghuni Pemakai