Mobil berpelat khusus RI 32 itu meluncur pergi dari kompleks kantor Kemenko Perekonomian sekitar pukul satu lebih dua puluh menit siang. Luhut Binsar Pandjaitan, sang penumpang, baru saja menyelesaikan pertemuan penting dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Agenda utamanya? Membahas percepatan GovTech, atau teknologi pemerintahan, yang digadang-gadang bakal mengubah wajah birokrasi kita.
Pertemuan yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026) itu memang bernuansa strategis. Airlangga sendiri, usai pertemuan, tampak bersemangat menerangkan poin-poin pembicaraan mereka kepada para wartawan yang menunggu.
"Kami bahas perkembangan ekonomi dan program. Salah satunya adalah Pak Luhut punya program yang terkait dengan government technology, GovTech," ujarnya.
Menurut Airlangga, inisiatif GovTech ini bukan sekadar proyek biasa. Ia menyebutnya sebagai hal yang sangat diperlukan, terutama untuk mendongkrak akuntabilitas dan transparansi. "Itu menjadi hal yang diperlukan terutama untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi," tegasnya. Intinya, digitalisasi sistem pemerintahan ini dilihat sebagai langkah krusial menuju tata kelola yang lebih bersih dan efisien, khususnya di sektor ekonomi.
Namun begitu, dampaknya diharapkan bakal merambah lebih jauh lagi, bahkan sampai ke tingkat internasional. Airlangga membeberkan, keberhasilan digitalisasi di sektor logistik yang sudah berjalan akan menjadi fondasi. Nantinya, akan ada integrasi data ekspor-impor dengan negara-negara mitra dagang.
Artikel Terkait
China Eksekusi 11 Pelaku Sindikat Penipuan Online Bermarkas di Myanmar
Hujan Deras Guyur Jakarta, 52 RT dan 17 Ruas Jalan Terendam Banjir
Doktif Minta KY Awasi Sidang Praperadilan Richard Lee
Presiden Meksiko Turun Tangan, Minta Tiket Tambahan untuk Konser BTS