BMKG Buka Fakta: Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Biang Kerok Banjir

- Kamis, 29 Januari 2026 | 13:35 WIB
BMKG Buka Fakta: Operasi Modifikasi Cuaca Bukan Biang Kerok Banjir

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) angkat bicara. Kali ini, mereka meluruskan narasi yang ramai di media sosial soal Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC. Intinya, BMKG menegaskan bahwa OMC bukanlah aktivitas sembarangan. Ini adalah upaya mitigasi bencana yang terukur dan punya dasar ilmiah kuat.

Menurut mereka, langkah ini penting sebagai respons terhadap ancaman perubahan iklim yang makin nyata. Di sisi lain, beredar kabar yang bikin resah. OMC dituding bisa memicu bencana lain, bikin cuaca jadi tidak stabil, bahkan menciptakan ‘kolam dingin’ yang berbahaya. Ada juga yang bilang, OMC cuma memindahkan masalah banjir ke tempat lain dan memberi rasa aman yang palsu.

Nah, BMKG pun buka suara.

“Dalam konteks tersebut, BMKG menegaskan bahwa cold pool atau kolam dingin merupakan fenomena meteorologi yang sepenuhnya alami,” jelas lembaga itu dalam keterangan resminya, Kamis (29/1/2026).

Fenomena itu terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai, lalu mendinginkan udara dan menciptakan massa udara padat yang jatuh ke permukaan. Intinya, cold pool ini bakal terbentuk secara alami setiap kali hujan deras terjadi. Jadi, menyalahkan OMC sebagai biang keladinya adalah sebuah kekeliruan.

Lalu, bagaimana cara kerjanya? BMKG menerangkan, OMC dengan teknik penyemaian awan ini tidak menumbuhkan awan baru dari nol. Mereka hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.

“BMKG menegaskan bahwa implementasi OMC bertujuan murni untuk mitigasi bencana dan perlindungan masyarakat dengan menambah atau mengurangi curah hujan bukan pemicu cuaca tidak stabil,” tegas mereka.


Halaman:

Komentar