Banjir di Sumatra Bongkar Praktik Ilegal? Ribuan Kayu Gelondongan Hanyut
Senin, 1 November 2025
Bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra tak hanya menyisakan duka. Ada sesuatu yang bikin orang terbelalak. Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan pemandangan yang sulit diabaikan: ribuan batang kayu gelondongan hanyut terbawa arus deras.
Ribuan batang kayu gelondongan terlihat hanyut dalam banjir bandang.
Kayu-kayu itu besar-besar, sudah dikuliti, dan jelas-jelas bukan tumbang sendiri. Siapa yang menebangnya? Pertanyaan itu kini menggantung.
"Kayu-kayu besar gelondongan tanpa kulit turut hanyut terbawa banjir, yang sangat jelas menunjukkan bukan karena tumbang dengan sendirinya, melainkan ditumbangkan,"
Demikian penegasan Saiful Huda Ems, seorang analis politik, dalam keterangan tertulisnya dari Jakarta, Senin lalu. Menurutnya, fakta ini adalah bukti nyata bahwa praktik illegal logging atau pembalakan liar telah berlangsung lama di kawasan itu. Ribuan batang kayu yang tumpah ruah ke sungai itu diduga kuat adalah sisa-sisa penebangan hutan secara tidak sah yang sebelumnya menumpuk, lalu tersapu bersih oleh amukan banjir.
Di sisi lain, Saiful mendesak Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan seluruh jajaran penegak hukum untuk segera turun tangan. Penelusuran dan penyelidikan mendesak diperlukan. Perusahaan mana yang beroperasi? Siapa dalangnya?
"Telusuri dan selidiki pula, adakah orang-orang kuat di Jakarta atau di daerah sana yang terlibat persoalan ini, dan sejak kapan mereka melakukannya? Mungkinkah semenjak Jokowi memerintah? Tentu itu sangat mungkin terjadi,"
Desakan itu tak berhenti di situ. Saiful kemudian memberikan pernyataan yang cukup menusuk. Ia menyiratkan bahwa jika Raja Juli tidak berani transparan dalam menangani kasus ini, bisa ditafsirkan sebagai upaya untuk melindungi mantan Presiden Jokowi, yang notabene adalah orang yang merekomendasikannya untuk menduduki pos menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto.
Implikasinya jelas. Tekanan politik mulai terasa.
"Kalau itu benar terjadi, Presiden Prabowo Subianto sebaiknya segera mereshufflenya dari kabinet,"
Kalimat terakhir Saiful itu seperti peringatan keras. Banjir bandang mungkin akan surut, tetapi gelombang pertanyaan dan tuntutan atas kasus kayu gelondongan ini baru saja dimulai. Semuanya kini tergantung pada langkah pemerintah berikutnya.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT