PSSI Siapkan Lima Nama Kandidat untuk Isi Kursi Pelatih Timnas

- Selasa, 25 November 2025 | 20:30 WIB
PSSI Siapkan Lima Nama Kandidat untuk Isi Kursi Pelatih Timnas
PSSI dan Pencarian Pelatih Timnas

Sudah lebih dari sebulan kursi pelatih Timnas Indonesia kosong. Posisi itu ditinggalkan Patrick Kluivert setelah gagal membawa Garuda lolos ke Piala Dunia 2026. Tapi, jangan khawatir dulu.

Erick Thohir, sang Ketum PSSI, akhirnya buka suara. Ia meminta semua pihak untuk tetap tenang dan bersabar. Menurutnya, federasi sedang bekerja keras mencari pelatih terbaik buat skuad kebanggaan kita.

"Untuk pelatih tim nasional (senior) kita berikan waktu untuk Exco ataupun semua. Untuk melihat siapa yang nanti hasil interview,"

kata Erick kepada para wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa lalu.

Dia mengaku, saat ini sudah ada lima kandidat yang sedang menjalani proses wawancara. Tapi, siapa saja nama-nama itu? PSSI masih tutup rapat. Bisa dibilang, ini seperti teka-teki yang bikin penasaran.

Media sendiri sudah menebak-nebak. Beberapa nama yang santer beredar antara lain Timur Kapadze, Jesus Casas, Heimir Hallgrimsson, dan yang terbaru, Giovanni Van Bronckhorst. Tapi ya itu tadi, semua masih sebatas rumor.

Di sisi lain, Erick menegaskan bahwa proses ini tak perlu dipaksakan cepat-cepat. Dia punya alasan kuat. Agenda resmi Timnas berikutnya baru akan dimulai pada FIFA Matchday Maret 2026. Jadi, masih ada waktu beberapa bulan untuk memutuskan dengan kepala dingin.

"Dan kita tidak perlu buru-buru karena memang kan yang namanya ke depan itu baru nanti bulan Maret," jelasnya.

Hingga saat ini, PSSI belum memutuskan siapa yang akan dipilih. Semuanya masih dalam tahap penilaian. Erick berharap masyarakat bisa memahami dan memberi ruang bagi federasi untuk bekerja dengan tenang.

"Belum, nanti ada prosesnya," tutupnya singkat.

Jadi, intinya proses masih berjalan. Mari kita tunggu saja hasil akhirnya nanti.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar