MEDS: Dari Masker hingga Stetoskop, Kisah Emiten Kesehatan yang Tembus Rp153 Miliar

- Rabu, 26 November 2025 | 14:20 WIB
MEDS: Dari Masker hingga Stetoskop, Kisah Emiten Kesehatan yang Tembus Rp153 Miliar

Kalau kita bicara tentang emiten kesehatan di bursa saham, salah satu nama yang muncul adalah PT Hetzer Medical Indonesia Tbk dengan kode MEDS. Perusahaan ini bergerak di bidang produksi alat kesehatan dan berbagai turunannya. Tak banyak yang tahu, ternyata MEDS punya sejarah yang cukup panjang sebelum akhirnya melantai di Bursa Efek Indonesia.

Berdiri sejak 2010, perusahaan ini mulai memproduksi masker bedah setahun kemudian. Kemudian di 2012, mereka sudah menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan alat kesehatan. Yang menarik, Hetzer Medical Indonesia mengklaim diri sebagai perusahaan pertama yang memproduksi masker kesehatan tipe earloop 4 dimensi di Indonesia.

Perjalanan bisnisnya terus berkembang. Pada 2018, perseroan mulai memproduksi topi operasi atau yang dikenal sebagai bouffant cap.

Masa pandemi menjadi babak penting bagi MEDS. Kala itu, perusahaan ini terlibat aktif dalam upaya mengatasi kelangkaan masker kesehatan. Mereka memberikan dukungan kepada pemerintah melalui BIN dan BNPB, langkah yang cukup signifikan di tengah situasi yang serba sulit.

Baru mulai 2023, perseroan memperluas jangkauan produknya. Mereka mulai memproduksi stetoskop dan tensimeter. Semua alat kesehatan ini diperdagangkan dengan merek Evo Plusmed.

Saat ini, kegiatan produksi MEDS didukung oleh dua pabrik yang berlokasi di Cimahi, Jawa Barat. Perusahaan ini akhirnya mencatatkan sahamnya pada 2022 dan tercatat di bursa pada papan pengembangan.

Di sisi lain, bagaimana dengan kepemilikan sahamnya?

Saat IPO, Hetzer Medical Indonesia melepas 312,5 juta saham atau setara 20 persen dari total modal disetor. Harga penawarannya waktu itu Rp125 per saham, sehingga perseroan berhasil mengantongi dana segar sebanyak Rp39,06 miliar.

Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 31 Oktober 2025, pengendali saham MEDS adalah Jemmy Kurniawan dengan kepemilikan mencapai 1,04 miliar saham atau setara 67,04 persen. Angka yang cukup dominan.

Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah Fancy Marsiana dengan 56,80 juta saham atau 3,64 persen. Sedangkan masyarakat memiliki 454 juta saham MEDS, setara 29,08 persen.

Adapun penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham MEDS, atau pemilik perusahaannya, adalah Jemmy Kurniawan. Dia menjabat sebagai komisaris utama di PT Hetzer Medical Indonesia.

Bagaimana kinerja sahamnya di pasar?

Pada perdagangan Rabu 26 November 2025, saham MEDS diperdagangkan di kisaran Rp98 per saham. Angka ini menunjukkan kenaikan 12,64 persen dari harga pembukaan. Saham ini sendiri mulai aktif diperdagangkan pada pertengahan Agustus.

Yang patut dicatat, sejak awal tahun sampai periode tersebut saham MEDS masih bertengger di harga Rp50-an per saham. Dengan harga pasarnya sekarang, kapitalisasi MEDS mencapai Rp153,12 miliar.

Demikianlah gambaran singkat tentang bisnis dan kepemilikan saham MEDS, emiten alat kesehatan yang punya cerita cukup menarik untuk diikuti.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini