Namun begitu, ada tantangan yang mulai diantisipasi. Saat ini, pasar masih didominasi rumah tapak. Tapi di daerah urban, kebutuhan akan hunian vertikal atau apartemen makin mendesak. Untuk menjawab ini, BTN mendorong usulan perluasan limit subsidi hingga Rp750 juta.
"Di daerah urban justru perlu perluasan. Bisa high rise tentunya butuh limit yang lebih besar. Makanya diusulkan adanya limit subsidi untuk segmen menengah sampai dengan 750 juta," jelas Bowo.
Gelaran BTN Expo 2026 sendiri menjadi wadah transformasi bank pelat merah ini. Dengan tema “Build, Battle, and Beat”, mereka berupaya menjawab tantangan lewat inovasi di tiga pilar: perumahan, gaya hidup, dan bisnis. Bowo menekankan bahwa pertumbuhan yang sehat bukan sekadar soal angka.
"Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang sehat bukan hanya soal angka, tapi tentang kualitas. Tentang bagaimana model bisnis dibangun dengan fondasi yang kokoh," katanya.
Sejalan dengan itu, melalui expo tahunan ini BTN menargetkan akuisisi 20.000 hingga 25.000 nasabah baru. Target tersebut sejalan dengan strategi digitalisasi dan fokus memperkuat pembiayaan bagi generasi muda.
"Jadi kita berharap dari BTN Expo 2026 ini bisa mencapai kurang lebih 20.000-25.000 user baru melalui program-program yang kita kembangkan," pungkas Bowo.
Artikel Terkait
Gelombang Pemudik Padati Pelabuhan Merak, 48 Ribu Penumpang Tercatat dalam 12 Jam
Arus Mudik H-5 Lebaran Lancar, Angka Fatalitas Kecelakaan Turun 45 Persen
Pemerintah Izinkan Dana BOSP 2026 untuk Bayar Gaji Guru Honorer
Arus Mudik Lebaran di Selat Sunda Turun 19%, ASDP Siagakan 33 Kapal