Namun begitu, ada dinamika lain yang menarik. Trump justru mengklaim bahwa Iran-lah yang aktif ingin berunding. Menurutnya, pihak Teheran sudah berkali-kali menghubungi AS dan meminta pertemuan.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara," katanya.
Jadi, situasinya jadi rumit. Iran seolah terjepit. Di satu sisi, ancaman militer AS yang digambarkan lebih masif dari operasi Venezuela menggantung di atas kepala. Di sisi lain, tekanan untuk segera mencapai kesepakatan demi menghindari konflik terbuka juga semakin mendesak. Sebuah posisi yang sulit, dan dunia menunggu bagaimana ini akan berakhir.
Artikel Terkait
Media Italia Soroti Panggilan Audero dan Idzes ke Timnas Indonesia
Antrean Truk Logistik dan Pemudik Mulai Padati Pelabuhan Ciwandan Jelang Lebaran
Bali United Akui Inkonsistensi Usai Dibantai Persis Solo
Telkom dan Kemenkominfo Siagakan 13.200 Petugas Jaga Koneksi Ramadan-Lebaran