Namun begitu, ada dinamika lain yang menarik. Trump justru mengklaim bahwa Iran-lah yang aktif ingin berunding. Menurutnya, pihak Teheran sudah berkali-kali menghubungi AS dan meminta pertemuan.
"Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin bicara," katanya.
Jadi, situasinya jadi rumit. Iran seolah terjepit. Di satu sisi, ancaman militer AS yang digambarkan lebih masif dari operasi Venezuela menggantung di atas kepala. Di sisi lain, tekanan untuk segera mencapai kesepakatan demi menghindari konflik terbuka juga semakin mendesak. Sebuah posisi yang sulit, dan dunia menunggu bagaimana ini akan berakhir.
Artikel Terkait
Uji Jalan B50 Dimulai, Truk Hino Tempuh 560 Kilometer Sehari
Ibu Kota Diguyur Hujan, Kelembapan Mencapai Titik Jenuh
Menteri Keuangan Siapkan Kejutan Drastis di Lima Pelabuhan Utama
Kemenhub Siapkan Rp1.472 Triliun untuk Bangkitkan Infrastruktur Transportasi Pascabencana