PNM Surabaya Gelar Pelatihan Gratis, Bantu Ratusan Perempuan Naik Kelas Usaha

- Selasa, 27 Januari 2026 | 11:00 WIB
PNM Surabaya Gelar Pelatihan Gratis, Bantu Ratusan Perempuan Naik Kelas Usaha

Kalau bicara soal lembaga keuangan, biasanya yang terbayang adalah urusan pinjam-meminjam uang. Tapi tidak dengan PNM. Di sini, urusannya beda. Mereka justru memulai segalanya dengan pemberdayaan, baru kemudian pembiayaan. Pendekatan ini bukan tanpa alasan.

Intinya, setiap nasabah nggak cuma dikasih modal. Mereka didampingi secara menyeluruh, bahkan sejak belum punya usaha sama sekali, sampai akhirnya bisnisnya bisa jalan dengan stabil dan bertumbuh. Bagi PNM, fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera ini bukan program sampingan. Ini adalah ciri khas, pembeda utama mereka di tengah industri keuangan yang padat.

Komitmen itu diwujudkan lewat berbagai cara. Salah satunya adalah program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar rutin di cabang-cabang PNM. Baru-baru ini, Surabaya jadi tuan rumah. Acaranya ramai, diikuti oleh sedikitnya 500 nasabah. Bahkan, di beberapa kesempatan lain, peserta PKU Akbar bisa mencapai ribuan orang.

Jangkauan PNM Cabang Surabaya sendiri cukup luas. Didukung oleh 166 kantor unit 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar mereka menjangkau 7 kabupaten/kota dan 128 kecamatan.

Nah, dalam kegiatan PKU Akbar ini, para nasabah dapat banyak hal. Mulai dari pelatihan literasi keuangan, cara bikin laporan keuangan sederhana, sampai keterampilan praktis yang bisa langsung dipraktikkan untuk usaha mereka. Yang menarik, semua ini diberikan secara gratis.

Acara di Surabaya diawali dengan coaching clinic yang interaktif. Ada sesi sharing bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jawa Timur. Di sesi ini, nasabah dapat pencerahan soal pentingnya legalitas usaha. Mereka juga bisa konsultasi langsung untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Tidak ketinggalan, kelas masak dan handycraft yang seru karena semuanya praktik langsung.

“Dulu saya cuma fokus jualan. Urusan izin atau hitung-hitungan untung rugi ya seadanya. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri buat kembangkan usaha,” tutur salah satu peserta yang punya usaha Nastar Semanggi (NAGI).

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah jantung dari model bisnis mereka.

“Kami yakin, pembiayaan akan jauh lebih berdampak kalau didahului dan didampingi secara konsisten. Fokus kami pada perempuan prasejahtera membuat PNM hadir bukan cuma sebagai pemberi pinjaman, tapi sebagai mitra masyarakat untuk tumbuh. Lewat PKU Akbar, nasabah belajar dari ahli, dan juga dari sesama pelaku usaha yang sudah lebih dulu sukses. Ini ekosistem belajar yang bikin mereka siap naik kelas,” jelas Dodot.

Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan talkshow yang menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK. Selain itu, ada bazaar yang memamerkan produk 20 UMKM binaan, membuka peluang promosi dan perluasan jaringan bagi para nasabah yang hadir.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar