Kalau bicara soal lembaga keuangan, biasanya yang terbayang adalah urusan pinjam-meminjam uang. Tapi tidak dengan PNM. Di sini, urusannya beda. Mereka justru memulai segalanya dengan pemberdayaan, baru kemudian pembiayaan. Pendekatan ini bukan tanpa alasan.
Intinya, setiap nasabah nggak cuma dikasih modal. Mereka didampingi secara menyeluruh, bahkan sejak belum punya usaha sama sekali, sampai akhirnya bisnisnya bisa jalan dengan stabil dan bertumbuh. Bagi PNM, fokus pada pemberdayaan perempuan prasejahtera ini bukan program sampingan. Ini adalah ciri khas, pembeda utama mereka di tengah industri keuangan yang padat.
Komitmen itu diwujudkan lewat berbagai cara. Salah satunya adalah program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar rutin di cabang-cabang PNM. Baru-baru ini, Surabaya jadi tuan rumah. Acaranya ramai, diikuti oleh sedikitnya 500 nasabah. Bahkan, di beberapa kesempatan lain, peserta PKU Akbar bisa mencapai ribuan orang.
Jangkauan PNM Cabang Surabaya sendiri cukup luas. Didukung oleh 166 kantor unit 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar mereka menjangkau 7 kabupaten/kota dan 128 kecamatan.
Nah, dalam kegiatan PKU Akbar ini, para nasabah dapat banyak hal. Mulai dari pelatihan literasi keuangan, cara bikin laporan keuangan sederhana, sampai keterampilan praktis yang bisa langsung dipraktikkan untuk usaha mereka. Yang menarik, semua ini diberikan secara gratis.
Artikel Terkait
Gladbach Tundukkan St. Pauli 2-0 di Bundesliga
Hari Pertama Mudik 2026: 285 Ribu Kendaraan Keluar Jakarta, Arus Masih Terkendali
Kemlu Siap Sambut 34 WNI dari Iran dalam Evakuasi Tahap Kedua
Polisi Selidiki Penyerangan dengan Air Keras terhadap Aktivis KontraS di Salemba