Acara di Surabaya diawali dengan coaching clinic yang interaktif. Ada sesi sharing bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jawa Timur. Di sesi ini, nasabah dapat pencerahan soal pentingnya legalitas usaha. Mereka juga bisa konsultasi langsung untuk mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Tidak ketinggalan, kelas masak dan handycraft yang seru karena semuanya praktik langsung.
“Dulu saya cuma fokus jualan. Urusan izin atau hitung-hitungan untung rugi ya seadanya. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri buat kembangkan usaha,” tutur salah satu peserta yang punya usaha Nastar Semanggi (NAGI).
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah jantung dari model bisnis mereka.
“Kami yakin, pembiayaan akan jauh lebih berdampak kalau didahului dan didampingi secara konsisten. Fokus kami pada perempuan prasejahtera membuat PNM hadir bukan cuma sebagai pemberi pinjaman, tapi sebagai mitra masyarakat untuk tumbuh. Lewat PKU Akbar, nasabah belajar dari ahli, dan juga dari sesama pelaku usaha yang sudah lebih dulu sukses. Ini ekosistem belajar yang bikin mereka siap naik kelas,” jelas Dodot.
Rangkaian acara juga dimeriahkan dengan talkshow yang menghadirkan perwakilan dari Bank Indonesia dan OJK. Selain itu, ada bazaar yang memamerkan produk 20 UMKM binaan, membuka peluang promosi dan perluasan jaringan bagi para nasabah yang hadir.
Artikel Terkait
Malam Ini, Timnas Futsal Uji Keunggulan Statistik Lawan Korea Selatan
Rocky Gerung Bela Roy Suryo di Polda: Riset Bukan Ranah Pidana
Thomas Djiwandono Resmi Lolos Fit and Proper Test, Siap Pimpin BI Periode 2026-2031
Menyusuri Savana, Menyapa Naga Purba: Panduan Lengkap ke Pulau Komodo untuk Pemula