Namun begitu, ada sisi positif yang patut dicatat. Meski turun tahunan, angka 2025 itu ternyata masih melampaui target awal Gaikindo yang cuma 780 ribu unit. Pencapaian ini tak lepas dari kinerja gemilang di akhir tahun.
Desember 2025 kemarin benar-benar menjadi penyelamat. Penjualan wholesale melonjak hingga 94.100 unit, naik drastis 25,7% dibanding Desember 2024, dan bahkan melesat 26,9% dari bulan November.
Jongkie menambahkan, situasi makroekonomi adalah kunci. Ia menyebutkan sederet faktor yang saling berkait kelindan: suku bunga, nilai tukar rupiah, hingga target pertumbuhan ekonomi pemerintah.
"Dan di tahun 2026, kalau pemerintah positif, optimis, pertumbuhan ekonomi, plus perbankan, suku bunga. Banyak faktor yang akan memengaruhi proyeksi tadi," jelasnya.
Satu sinyal baik datang dari suku bunga acuan BI yang sekarang berada di level 4,75%. Jongkie menganggap ini positif. Tapi ia tak mau terburu-buru optimis. Semua harus dilihat secara realistis, sambil berjalan.
"Jadi nggak cuma satu faktornya. Ada nilai tukar, suku bunga sekarang BI rate 4,75 bagus. Kita lihat saja. Terus pertumbuhan ekonomi, katanya targetnya 5,5%–6%. Bagus, kita lihat kenyataannya nanti sambil berjalan," tegas Jongkie menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Harga Patokan Ekspor Tembaga dan Emas Naik di Pertengahan Maret 2026
Cedera ACL Paksa Miliano Jonathans Mundur dari FIFA Series, Herdman Siapkan Opsi Pengganti
Pemerintah Andalkan Ekspor Komoditas dan APBN untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
Menko Polkam Serahkan 104 Rumah Huntap untuk Korban Bencana di Aceh Utara