Industri otomotif nasional memasuki tahun 2026 dengan langkah yang agak ragu. Pasalnya, catatan penjualan mobil sepanjang 2025 ternyata tak secemerlang tahun sebelumnya. Hal ini membuat Gaikindo, asosiasi para produsen mobil, belum juga menetapkan target penjualan resmi untuk tahun ini.
Jongkie D. Sugiarto, selaku Ketua I Gaikindo, mengaku belum ada pembicaraan serius dengan seluruh anggotanya soal angka proyeksi. Menurutnya, keputusan semacam ini tak bisa diambil sepihak. Harus ada kesepakatan bersama dulu.
"Jujur saya belum rapat dengan anggota. Ayo sama-sama kita tentuin, proyeksinya berapa tahun ini," ujar Jongkie dalam sebuah pertemuan di Jakarta Selatan.
"Saya nggak bisa memutuskan sendiri. Harus bicara dengan anggota," lanjutnya.
Ia punya alasan untuk bersikap hati-hati. Performa pasar mobil tahun ini, menurut Jongkie, bakal sangat ditentukan oleh banyak hal di luar kendali mereka. Kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi makro, sampai kesehatan sektor perbankan, semuanya akan berpengaruh.
Angka penjualan tahun lalu mungkin bisa jadi gambaran. Jongkie menyebut, realisasi penjualan di 2025 mencapai 803 ribu unit lebih. Tapi, angka itu sebenarnya turun sekitar 7% dibandingkan tahun 2024.
Secara rinci, data wholesales atau penjualan ke dealer sepanjang Januari-Desember 2025 memang tercatat 803.687 unit. Penurunan 7,2 persen itu cukup signifikan jika dibanding periode sama di 2024.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Turun Tipis, PPN Dihapus tapi PPh 22 Tetap Berlaku
Ahok Siap Bongkar Skandal Minyak Rp 285 Triliun di Sidang Hari Ini
Rencana Gaza Trump Picu Ancaman Mundur dari Kabinet Netanyahu
Veloz Hybrid Cetak 4.000 Pesanan, Toyota Siapkan Tiga Model Baru di IIMS