Di sisi lain, langkah konkret pun mulai digulirkan. Gubernur telah menginstruksikan Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, untuk segera merancang aturan yang melarang pembuangan sampah sembarangan. Tujuannya jelas: mendongkrak kesadaran warga.
“Saya secara khusus sudah meminta kepada Ibu Wali Kota agar disampaikan kepada warga, kalau perlu dibuat peraturan supaya warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama di tempat-tempat seperti ini,”
ujar Pramono.
Aturannya mungkin belum keluar, tapi Pramono sudah mengingatkan soal bahayanya. Kali Sepak Kembangan bukan saluran biasa. Ia terhubung langsung ke aliran Cengkareng Drain, sebuah urat nadi pengendali banjir di wilayah tersebut.
“Karena kalau pembuangan sampah masih dilakukan, itu akan mengganggu Cengkareng Drain dan juga pintu-pintu air yang selama ini kita kelola. Untuk itu kami memohon kesadaran dari warga,”
tutupnya. Imbauannya terdengar pilu, mencerminkan pertarungan Jakarta melawan dua musuh sekaligus: keterbatasan lahan dan kebiasaan warga yang susah diubah.
Artikel Terkait
JK Minta Polisi Usut Tuntas Teror Air Keras ke Aktivis KontraS
Pemerintah Andalkan ART Hadapi Investigasi Dagang AS
Kantor Pertanahan Tetap Buka Terbatas Saat Libur Panjang Idulfitri 2026
Jasa Marga Proyeksikan 3,53 Juta Kendaraan Mudik Lewat Empat Gerbang Tol Utama