Persib Bandung benar-benar membuat kejutan. Klub papan atas Liga 1 itu baru saja mengumumkan perekrutan bek kiri asal Prancis, Layvin Kurzawa. Yang menarik, pemain berusia 33 tahun ini datang dengan status bebas transfer. Namanya mungkin masih melekat di ingatan para penggemar sepakbola Eropa, terutama karena masa lalunya bersama raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.
Rupanya, antusiasme Kurzawa untuk bergabung dengan Pangeran Biru sangat besar. Meski begitu, dia baru bisa turun membela Persib nanti, tepatnya di akhir musim ini.
"Ini murni keputusan saya. (Persib) pilihan terbaik untuk saya dan karier saya,"
ungkap Kurzawa melalui rilis resmi klub, Senin lalu.
Lantas, apa yang menarik seorang eks pemain PSG ke Bandung? Menurut Kurzawa, dia ingin petualangan baru. Indonesia sendiri bukan tempat yang asing baginya. Dia pernah berlibur ke sini bersama keluarga beberapa tahun silam, tepatnya di tahun 2018. Selain itu, magnet Persib ternyata kuat. Statusnya sebagai juara bertahan, reputasinya di kancah Asia, dan yang paling menggugah adalah dukungan fanatik Bobotoh, menjadi alasan utama baginya.
Dia sudah tak sabar ingin berkontribusi untuk skuat Bojan Hodak.
"Saya ingin membantu tim, memberikan kualitas saya dan menunjukkan ke mereka siapa saya sebenarnya,"
tambahnya penuh semangat.
Sebelumnya, Kurzawa adalah nama yang cukup dikenal. Dia punya 13 caps dan 1 gol untuk timnas Prancis. Kontrak terakhirnya di Eropa adalah bersama Boavista dari Portugal, yang juga akan berakhir musim ini. Jejak kariernya cukup gemilang: selain PSG dan Boavista, dia juga pernah membela Monaco dan Fulham. Di Prancis, koleksi gelarnya tak main-main: lima gelar liga dan belasan trofi domestik lainnya menghiasi mantapnya.
Kedatangan Kurzawa tentu jadi angin segar untuk Persib yang sedang berjuang ketat di puncak. Hingga pekan ke-18, mereka masih memimpin klasemen dengan 41 poin, hanya unggul satu angka dari pesaing terdekat, Borneo FC. Situasi yang pasti butuh pengalaman pemain kalibernya.
Artikel Terkait
KPK Sita Rp200 Juta dan Mobil Mewah dalam OTT Suap Pengondisian Audit BPK di Muara Enim
Kepala BGN Temui Prabowo, Laporkan Efisiensi Anggaran Program Makan Bergizi Gratis
Empat Terdakwa Budi Daya Ganja Greenhouse di Jombang Terancam Hukuman Mati
JK dan Putranya Bertemu Prabowo, Siap Bangun Pembangkit Listrik 2.000 MW Demi Target Ekonomi 8 Persen