BRI Gerakkan Masyarakat Lawan Stunting Lewat Edukasi dan Bantuan Alat

- Minggu, 25 Januari 2026 | 19:40 WIB
BRI Gerakkan Masyarakat Lawan Stunting Lewat Edukasi dan Bantuan Alat

Dhanny menegaskan, harapannya upaya semacam ini bisa menggerakkan masyarakat untuk turut serta menekan angka stunting. Pada akhirnya, anak-anak yang sehat adalah aset berharga untuk masa depan bangsa.

Secara angka, program yang berjalan sejak 2022 ini sudah menjangkau ribuan warga. Tercatat 7.783 orang tua, balita, ibu hamil, dan remaja putri telah merasakan manfaatnya. BRI juga telah menyalurkan 130 paket antropometri ke 49 posyandu dan puskesmas, tersebar dari Jakarta, Padang, Yogyakarta, hingga ke Manado.

Ambil contoh di Puskesmas Cilincing, Jakarta Utara. Wilayah ini masih punya prevalensi stunting yang masuk kategori sedang. Ada puluhan anak yang masih dalam proses pemulihan dan ratusan lainnya yang mendapatkan penyuluhan.

Di Cilincing, program BRI Peduli mencakup sosialisasi, pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian makanan tambahan, dan tentu saja, penyerahan alat antropometri. Menurut Masliani Novaria, Ahli Gizi Puskesmas setempat, kolaborasi semacam ini sangat penting.

“Terima kasih kepada BRI Peduli atas dukungannya. Harapannya, BRI bisa terus mendukung intervensi pencegahan stunting di Indonesia. Soalnya, penanganan isu ini tidak bisa dibebankan ke sektor kesehatan saja. Perlu kolaborasi banyak pihak untuk benar-benar menurunkan angkanya,” jelas Masliani.

Upaya di Pangalengan, Bandung, juga dilakukan dengan semangat yang sama. Pada intinya, pencegahan stunting membutuhkan langkah nyata dan kerja sama dari semua pihak. Dan itu harus berkelanjutan.


Halaman:

Komentar